Berbicara tentang analisis teknikal saham, garis moving average pasti menjadi topik yang tidak bisa diabaikan. Di antara berbagai garis moving average, Simple Moving Average (SMA) karena logika perhitungannya yang sederhana dan mudah dipahami, menjadi alat pilihan utama bagi banyak trader.
Apa sebenarnya yang diukur oleh SMA?
Logika inti dari Simple Moving Average sebenarnya sangat sederhana: ambil harga penutupan dari N hari perdagangan terakhir, jumlahkan, lalu bagi dengan N, untuk mendapatkan satu titik data. Setiap kali bergerak satu hari, buang harga paling awal, tambahkan harga hari baru, dan hitung ulang.
Terlihat abstrak? Mari kita gunakan contoh nyata. Misalnya, harga penutupan saham selama 15 hari terakhir adalah:
Minggu pertama: 30, 35, 38, 29, 31
Minggu kedua: 28, 33, 35, 34, 32
Minggu ketiga: 33, 29, 31, 36, 34