Bitcoin Tidak Akan Naik, Memperingatkan Peter Schiff: Inilah Prospeknya

Peter Schiff memperingatkan Bitcoin tidak akan naik lagi, mengutip kegagalannya mengikuti saham dan logam mulia, memprediksi penurunan yang berkelanjutan.

Peter Schiff, seorang kritikus terkenal terhadap Bitcoin, telah memperingatkan bahwa harga cryptocurrency tersebut tidak akan naik lagi. Prediksinya muncul setelah kegagalan Bitcoin untuk meningkat seiring dengan saham dan logam mulia.

Schiff menyarankan bahwa aset digital ini telah mencapai batasnya dan akan melanjutkan tren penurunannya. Pandangan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor Bitcoin, karena pasar berjuang untuk menemukan momentum positif.

Peter Schiff Kritik Kurangnya Pertumbuhan Bitcoin

Peter Schiff telah lama skeptis terhadap Bitcoin, dan komentar terbarunya semakin mencerminkan kekhawatirannya. Dia menunjukkan bahwa Bitcoin gagal mendapatkan nilai bahkan saat aset lain, seperti emas dan perak, mengalami kenaikan yang substansial.

Schiff percaya bahwa tren ini menunjukkan bahwa Bitcoin tidak memiliki kekuatan yang dibutuhkan untuk berkembang di pasar yang sedang tumbuh.

Dalam sebuah postingan terbaru di media sosial, Schiff berargumen bahwa jika Bitcoin tidak bisa naik bersama saham teknologi atau logam mulia, maka kemungkinan besar tidak akan pernah melakukannya. “Jika Bitcoin tidak akan naik saat saham teknologi naik, dan tidak akan naik saat emas dan perak naik, kapan dia akan naik?” tanyanya.

Pandangan pesimis ini mendapatkan perhatian di komunitas cryptocurrency.

Jika Bitcoin tidak akan naik saat saham teknologi naik, dan tidak akan naik saat emas dan perak naik, kapan dia akan naik? Jawabannya: tidak akan. Perdagangan Bitcoin sudah berakhir. Semua orang tertipu. Jika Bitcoin tidak akan naik, maka dia hanya bisa turun. Jika para HODLer beruntung, itu tidak akan menjadi kematian yang lambat.

— Peter Schiff (@PeterSchiff) 23 Desember 2025

Argumen Schiff menunjukkan bahwa harga Bitcoin terjebak dalam tren penurunan yang konstan. Dia bersikeras bahwa jika Bitcoin tidak bisa memanfaatkan lonjakan di pasar lain, maka dia hanya akan terus jatuh.

Kelemahan yang berkelanjutan ini mungkin menandakan bahwa Bitcoin bukanlah investasi aman seperti yang dulu diyakini banyak orang.

Teori “Emas Digital” dan Kekurangannya

Schiff juga menantang gagasan Bitcoin sebagai “emas digital.” Banyak investor membandingkan Bitcoin dengan emas, menyarankan bahwa itu bisa menjadi penyimpan nilai. Namun, Schiff percaya bahwa Bitcoin gagal memenuhi kriteria aset yang dapat diandalkan seperti emas.

Menurut Schiff, Bitcoin tidak berperilaku seperti emas selama masa ketidakstabilan ekonomi. Emas secara tradisional naik nilainya saat aset lain mengalami kesulitan, tetapi Bitcoin tidak mengikuti pola ini.

Schiff menyatakan, “Saya tidak berpikir Bitcoin telah terlepas dari aset risiko lainnya. Itu tidak naik sebanyak saat mereka naik, tetapi turun lebih banyak saat mereka jatuh. Sudah jelas bahwa Bitcoin bukan emas digital.

Jika emas meningkat secara signifikan, tidak ada alasan untuk mengharapkan Bitcoin mengikuti.”

Saya tidak percaya Bitcoin telah terlepas dari aset risiko lainnya. Itu hanya tidak naik sebanyak saat mereka naik, dan turun jauh lebih banyak saat mereka jatuh. Yang harusnya sudah jelas sekarang adalah bahwa itu bukan emas digital. Jika emas naik besar, tidak ada alasan untuk mengharapkan Bitcoin mengikuti.

— Peter Schiff (@PeterSchiff) 22 Desember 2025

Dia menekankan bahwa volatilitas Bitcoin membuatnya lebih rentan terhadap fluktuasi harga yang besar. Sementara emas cenderung mempertahankan nilainya, Bitcoin terus berfluktuasi secara luas. Perbedaan perilaku ini semakin memperkuat pandangan Schiff bahwa Bitcoin bukanlah investasi alternatif yang diharapkan banyak orang.

Baca Juga: Peter Schiff Katakan Bitcoin Gagal Sebagai Emas Digital dalam Kritik Terbaru

Masa Depan Bitcoin Menurut Peter Schiff

Melihat ke depan, Schiff memperingatkan bahwa harga Bitcoin kemungkinan akan terus menurun.

Dia memprediksi bahwa beberapa tahun ke depan akan jauh lebih buruk bagi Bitcoin daripada tahun-tahun sebelumnya. “Sebagaimana buruknya empat tahun terakhir untuk harga Bitcoin dalam emas, empat tahun berikutnya akan jauh lebih buruk,” katanya.

Prediksi Schiff sejalan dengan prediksi para ahli pasar lain yang memperkirakan penurunan berkelanjutan. Trader veteran Peter Brandt juga menyarankan bahwa Bitcoin bisa mengalami penurunan sebesar 80% dalam waktu dekat.

Analisis Brandt didasarkan pada tren historis yang menunjukkan bahwa Bitcoin sering mengalami kerugian setelah periode pertumbuhan pesat.

Bagi Schiff, masalahnya jelas: ketidakmampuan Bitcoin untuk berkinerja baik saat pasar lain sedang berkembang menunjukkan bahwa itu bukan solusi jangka panjang. Jika Bitcoin tidak bisa mengikuti tren kenaikan saham atau logam mulia, nilainya kemungkinan akan terus berjuang.

Masa depan Bitcoin tetap tidak pasti, dan peringatan Schiff menyoroti risiko yang terlibat dalam memegang cryptocurrency.

BTC1,62%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)