Pejabat Departemen Keuangan AS Bessent memperingatkan terhadap langkah tarif balasan, menyebutnya "sangat tidak bijaksana." Peringatannya menarik paralel yang mencolok dengan proteksionisme perdagangan tahun 1930-an—ketika tarif timbal balik menyebabkan keruntuhan ekonomi. Perbandingan sejarah ini menyoroti kekhawatiran utama: hambatan perdagangan timbal balik dapat memicu siklus deflasi dan volatilitas pasar. Bagi investor kripto, ketegangan perdagangan geopolitik secara langsung mempengaruhi tren makro, valuasi mata uang, dan sentimen risiko. Ketika modal institusional melarikan diri ke wilayah ekonomi yang tidak pasti, aset digital sering mengalami korelasi yang meningkat dengan pasar tradisional.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GweiWatcher
· 7jam yang lalu
Gaya tahun 30-an itu, sekarang mau main lagi? Dunia kripto akan ikut menjadi korban juga.
Lihat AsliBalas0
WalletsWatcher
· 17jam yang lalu
Perang tarif kembali lagi, sejarah benar-benar berulang, akankah btc mampu bertahan kali ini?
Lihat AsliBalas0
MetaverseMortgage
· 17jam yang lalu
Perang tarif kembali terjadi, sejarah benar-benar sedang berulang... Dunia kripto harus berhati-hati
Lihat AsliBalas0
SnapshotBot
· 17jam yang lalu
Sejarah selalu berulang, tetapi jika perang tarif ini benar-benar pecah, besar kemungkinan btc akan ikut terjun bebas.
Lihat AsliBalas0
CommunityWorker
· 17jam yang lalu
Kembali lagi dengan pola ini? Sejarah akan terulang, perang tarif akan membuat btc harus lari bersama
Lihat AsliBalas0
MissedAirdropBro
· 17jam yang lalu
Kembali lagi dengan pola ini? Apakah mereka tidak belajar dari pengulangan sejarah...
Lihat AsliBalas0
MEV_Whisperer
· 17jam yang lalu
Sejarah selalu berulang, ya. Lubang di tahun 30-an harus dilalui lagi sekarang? Perang tarif ini adalah sinyal bagi dunia kripto, ketika institusi ingin melarikan diri, BTC juga tidak bisa berlari.
Pejabat Departemen Keuangan AS Bessent memperingatkan terhadap langkah tarif balasan, menyebutnya "sangat tidak bijaksana." Peringatannya menarik paralel yang mencolok dengan proteksionisme perdagangan tahun 1930-an—ketika tarif timbal balik menyebabkan keruntuhan ekonomi. Perbandingan sejarah ini menyoroti kekhawatiran utama: hambatan perdagangan timbal balik dapat memicu siklus deflasi dan volatilitas pasar. Bagi investor kripto, ketegangan perdagangan geopolitik secara langsung mempengaruhi tren makro, valuasi mata uang, dan sentimen risiko. Ketika modal institusional melarikan diri ke wilayah ekonomi yang tidak pasti, aset digital sering mengalami korelasi yang meningkat dengan pasar tradisional.