Masalah keamanan AI kembali meningkat: Asisten AI terkenal tertentu menerima lebih dari 200.000 permintaan tidak pantas dalam beberapa hari, banyak yang melibatkan pembuatan deepfake yang tidak disetujui. Ini bukan hanya menunjukkan penyalahgunaan teknologi, tetapi juga mengungkapkan celah etika serius dalam sistem AI saat ini—kurangnya mekanisme peninjauan konten yang efektif dan perlindungan hak pengguna.
Dari pembuatan konten nonconsensual hingga pelanggaran privasi, masalah ini tidak lagi menjadi kekhawatiran teoretis, melainkan ancaman nyata. Dalam konteks Web3 yang menekankan transparansi dan desentralisasi, kekurangan tata kelola platform AI terpusat menjadi semakin mencolok.
Pertanyaan kunci di depan mata: siapa yang akan menetapkan pedoman perilaku untuk sistem AI ini? Bagaimana menemukan keseimbangan antara inovasi dan keamanan? Diskusi ini tidak hanya mempengaruhi industri AI, tetapi juga akan mempengaruhi arah masa depan ekosistem teknologi secara keseluruhan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bro, ini harus ditangani, 200.000 permintaan tidak pantas, betapa keterlaluan itu
AI terpusat benar-benar tidak bisa diandalkan, harus beralih ke desentralisasi untuk menyelamatkan keadaan
Masalah deepfake itu sangat menjijikkan, bagaimana korban merasa
Siapa sih yang membuat aturan untuk platform ini, orang dalam yang menghakimi sendiri?
Inovasi dan keamanan, bisa nggak keduanya dicapai sekaligus, saya rasa sulit
Logika Web3 ini memang bisa diterapkan di AI
Mekanisme moderasi di platform itu cuma hiasan, saya sudah tahu semuanya
Rasanya harus bergantung pada kekuatan komunitas untuk benar-benar mengendalikan ini
Kalau dulu ini cuma masalah teknologi, sekarang sudah pasti masalah etika
Privasi dirampas sembarangan, bayangkan saja bikin mual
Lihat AsliBalas0
OnchainDetective
· 11jam yang lalu
20万条不当请求?Angka ini benar-benar menakutkan, apalagi mekanisme peninjauan yang begitu buruk belum ada yang keluar untuk mengatasinya.
AI ini terlalu terpusat, platform terpusat bisa mengubah aturan kapan saja, pengguna sama sekali tidak punya hak suara, tidak heran deepfake bertebaran.
Benar-benar harus bergantung pada desentralisasi untuk membatasi, kalau tidak, perusahaan besar ini akan terus menyalahkan pihak lain, korban tetap orang biasa.
Tunggu dulu, mereka ini ingin memperkuat pengawasan dengan dalih keamanan, kok rasanya malah kembali ke awal.
Inovasi dan keamanan sebenarnya bertentangan, ikan dan daging berbarengan apa bisa?
Solusi kompromi pasti buruk, tapi keadaan seperti ini juga tidak bisa dibiarkan, harus cari cara baru.
Kenapa belum ada yang memikirkan mekanisme peninjauan di blockchain, transparan, terbuka, sulit diubah, tidak lebih baik dari kotak hitam ini.
Masalah keamanan AI kembali meningkat: Asisten AI terkenal tertentu menerima lebih dari 200.000 permintaan tidak pantas dalam beberapa hari, banyak yang melibatkan pembuatan deepfake yang tidak disetujui. Ini bukan hanya menunjukkan penyalahgunaan teknologi, tetapi juga mengungkapkan celah etika serius dalam sistem AI saat ini—kurangnya mekanisme peninjauan konten yang efektif dan perlindungan hak pengguna.
Dari pembuatan konten nonconsensual hingga pelanggaran privasi, masalah ini tidak lagi menjadi kekhawatiran teoretis, melainkan ancaman nyata. Dalam konteks Web3 yang menekankan transparansi dan desentralisasi, kekurangan tata kelola platform AI terpusat menjadi semakin mencolok.
Pertanyaan kunci di depan mata: siapa yang akan menetapkan pedoman perilaku untuk sistem AI ini? Bagaimana menemukan keseimbangan antara inovasi dan keamanan? Diskusi ini tidak hanya mempengaruhi industri AI, tetapi juga akan mempengaruhi arah masa depan ekosistem teknologi secara keseluruhan.