Menurut Reuters, Departemen Luar Negeri AS sedang menyusun panduan yang akan mewajibkan 35 penandatangan AI Opportunity Statement memilih salah satu dari dua kerangka kerja AI yang saling bersaing—Amerika atau China. Negara-negara yang bergabung dengan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), yang baru dibentuk oleh China, dapat berisiko dikecualikan dari inisiatif yang dipimpin AS.
Kerangka kerja Pax Silica AS, yang diluncurkan pada 2025, saat ini memiliki 25 anggota dan mencakup model AI, chip, mineral kritis, energi, serta manufaktur maju. WAICO milik China, yang dibentuk pada Juli 2026, telah menghimpun 29 anggota pendiri. Kazakhstan saat ini merupakan satu-satunya negara yang diketahui berpartisipasi dalam kedua kerangka kerja tersebut, sehingga menjadikannya fokus strategis karena sumber daya mineral kritisnya.