Menurut Yonhap Infomax, pemerintah Korea Selatan mengumumkan pada 13 Agustus rencana untuk merelokasi 350 lembaga publik beserta sekitar 150.000 pegawai dan keluarga mereka dari Seoul ke Sejong serta kota-kota inovasi lainnya. Lembaga regulator keuangan, termasuk Financial Services Commission dan Financial Supervisory Service, serta bank-bank milik negara seperti Industrial Bank, Export-Import Bank, dan Korea Development Bank, termasuk di antara lembaga yang menjadi sasaran relokasi.
Pada 18 Agustus, National Bank of Korea Union mengadakan konferensi pers untuk memprotes langkah tersebut, dan para anggotanya mengumumkan rencana mogok kerja. Para pekerja menyampaikan kekhawatiran mengenai relokasi paksa, dengan alasan kesulitan yang dapat timbul akibat perpisahan keluarga, pendidikan anak, dan pekerjaan pasangan. Beberapa di antaranya bahkan menyatakan bahwa mereka berniat mengundurkan diri daripada pindah.