Menurut pendiri Sapphire Capital, Pami Kadir, dalam wawancara dengan Yonhap News pada 21 Agustus, hedge fund tersebut sedang menghimpun sedikitnya US$300 juta untuk investasi aktivis jangka panjang di Korea Selatan. Kadir dikenal melalui kampanye short selling yang mengungkap masalah akuntansi di perusahaan seperti Wirecard dan Adtalem. Kini, ia mengubah strateginya untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan Korea yang undervalued dan mendorong perbaikan tata kelola. Dana tersebut menargetkan perusahaan yang memiliki rasio harga terhadap nilai buku di bawah 1, secara konsisten menghasilkan arus kas, dan memiliki struktur kepemilikan yang kompleks.
Sapphire Capital berencana membuka kantor di Seoul pada kuartal ketiga atau keempat 2026 dan mulai terlibat secara aktif dengan perusahaan-perusahaan investasinya menjelang musim rapat umum pemegang saham tahunan di Korea Selatan pada 2027. Kadir mencatat bahwa sekitar 70% perusahaan yang tercatat di KOSPI masih undervalued, sehingga menawarkan potensi kenaikan yang signifikan seiring reformasi regulasi mengurangi diskon valuasi historis.