Menurut Bloomberg, kekhawatiran tentang risiko gelembung AI bergeser dari perbandingan dengan kehancuran dot-com tahun 1999 menuju krisis keuangan 2008. Harga credit default swap (CDS) Oracle untuk periode lima tahun baru-baru ini melonjak, melampaui level yang dicapai selama keruntuhan keuangan 2008, dengan risiko gagal bayar utang secara implisit kini melebihi 16%, menurut strategis Société Générale Jitesh Kumar.
Penyedia layanan cloud diproyeksikan menghimpun lebih dari $200 miliar utang pada 2026, meningkat signifikan dari $125 miliar pada 2025, yang menandakan meningkatnya ketergantungan pada pembiayaan utang untuk belanja modal AI. Bloomberg mencatat bahwa risiko utamanya kini bukan lagi sekadar valuasi, melainkan tekanan kredit yang memburuk akibat belanja modal, pembiayaan utang, serta kendala arus kas bebas, terutama saat suku bunga tetap tinggi.