Menurut Foresight News, co-founder NEAR, Illia Polosukhin, baru-baru ini menolak untuk menandatangani pernyataan bersama dari lebih dari 1.000 peneliti AI yang menyerukan kepada pemerintah untuk memperlambat pengembangan AI frontier. Polosukhin menyatakan bahwa menghentikan penelitian AI saja tidak dapat menyelesaikan tantangan keselamatan yang mendasarinya.
Polosukhin berargumen bahwa akar masalahnya bukan terletak pada model AI itu sendiri, melainkan pada infrastruktur digital yang tidak memadai dan kerangka regulasi yang tidak efektif yang dapat membatasi akses terhadap pengetahuan. Ia menganjurkan pengembangan sistem AI open-source yang dapat diverifikasi melalui metode evaluasi yang transparan serta kerangka nilai yang selaras dengan manusia, alih-alih membatasi pengembangan model melalui regulasi.