Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal ke kapal yang berafiliasi dengan ADNOC dan sedang melintasi Selat Hormuz pada 8 Agustus 2026, menurut Kementerian Luar Negeri UEA, yang mengecam serangan tersebut sebagai tindakan pembajakan dan pelanggaran hukum maritim internasional. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan pada 8 Agustus tersebut. Serangan itu merupakan serangan ke-16 terhadap kapal ADNOC sejak 28 Februari 2026, dalam kampanye yang melibatkan rudal dan drone serta telah menewaskan satu awak dan melukai 20 lainnya dalam seluruh insiden. Selat Hormuz merupakan jalur air sempit yang dilalui sekitar 20% minyak dan gas alam cair yang diangkut melalui laut setiap hari, sehingga menjadikannya titik sempit kritis bagi pasar energi global.
UEA Menyebut IRGC sebagai Pelaku Serangan
Kementerian Luar Negeri UEA secara langsung menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan rudal pada 8 Agustus 2026 terhadap kapal yang berafiliasi dengan ADNOC. Kementerian tersebut menyebut serangan itu sebagai tindakan pembajakan dan pelanggaran hukum maritim internasional. Dua kapal menjadi sasaran dalam serangan tersebut, meskipun tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden spesifik ini.
Kapal ADNOC Menghadapi Serangan ke-16 Sejak 28 Februari 2026
Serangan pada 8 Agustus 2026 menandai setidaknya serangan ke-16 terhadap kapal ADNOC sejak 28 Februari 2026. Kampanye tersebut melibatkan rudal dan drone. Dalam seluruh 16 insiden, satu awak tewas dan 20 lainnya terluka. ADNOC, Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi, merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia dan pilar ekonomi UEA. Kapal-kapalnya secara rutin melintasi Selat Hormuz.
Negara-Negara Regional Mengecam Serangan
Qatar, Arab Saudi, Oman, Kuwait, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) secara keseluruhan mengeluarkan pernyataan yang menentang serangan pada 8 Agustus 2026. Tanggapan terkoordinasi dari negara-negara GCC menunjukkan bahwa negara-negara Teluk memandang serangan ini sebagai ancaman kolektif. Arab Saudi dan Qatar sama-sama mengecam serangan tersebut dengan istilah yang serupa.
Selat Hormuz Tetap Menjadi Titik Sempit Energi yang Kritis
Selat Hormuz memiliki lebar 21 mil pada titik tersempitnya dan menghubungkan negara-negara penghasil minyak di Teluk Persia dengan laut lepas. Sekitar 20% minyak dan gas alam cair yang diangkut melalui laut melintasi jalur air tersebut setiap hari. Pada 2019, serangkaian serangan terhadap kapal tanker minyak di dekat Selat tersebut mengguncang pasar dan mendorong harga minyak mentah lebih tinggi. Tarif angkutan kapal tanker yang beroperasi di Teluk terdorong naik akibat ketidakstabilan regional yang lebih luas.
FAQ
Apa yang dilakukan IRGC Iran pada 8 Agustus 2026?
Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal ke kapal yang berafiliasi dengan ADNOC dan sedang melintasi Selat Hormuz pada 8 Agustus 2026, menurut Kementerian Luar Negeri UEA. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan terhadap kedua kapal tersebut.
Berapa banyak serangan yang dihadapi kapal ADNOC sejak 28 Februari 2026?
Serangan pada 8 Agustus 2026 merupakan setidaknya serangan ke-16 terhadap kapal ADNOC sejak 28 Februari 2026. Kampanye tersebut melibatkan rudal dan drone, menewaskan satu awak serta melukai 20 lainnya dalam seluruh insiden.
Mengapa Selat Hormuz penting bagi pasar energi global?
Selat Hormuz memiliki lebar 21 mil pada titik tersempitnya, dan sekitar 20% minyak serta gas alam cair yang diangkut melalui laut melintasinya setiap hari, sehingga menjadikannya titik sempit kritis bagi pasar energi global.