Menurut laporan terbaru BlackRock, “Re-Underwriting Bitcoin”, yang dirilis pada Agustus 2026, manajer aset tersebut menegaskan bahwa penurunan Bitcoin sebesar 50% dari titik tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) di level 126.300 dolar AS pada Oktober 2025 mencerminkan koreksi posisi, bukan perubahan pada tesis fundamental. BlackRock mengaitkan aksi jual tersebut dengan deleveraging yang spesifik pada pasar kripto, melambatnya arus masuk institusional, dan tekanan jual dari pemegang besar. Perusahaan itu mencatat bahwa posisi spekulatif telah mencapai level ekstrem sebelum Oktober 2025, dengan open interest kontrak berjangka Bitcoin melampaui 90 miliar dolar AS. Rangkaian likuidasi pada 10 Oktober menghapus sekitar 20 miliar dolar AS dari open interest tersebut hanya dalam satu hari, disusul gelombang likuidasi tambahan pada Februari dan Juni 2026.
Terlepas dari tekanan tersebut, BlackRock tetap merekomendasikan alokasi Bitcoin sebesar 1% hingga 2% yang didanai dari porsi ekuitas dalam portofolio saham dan obligasi tradisional dengan komposisi 60/40. iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik perusahaan tersebut turut berpartisipasi dalam block trade senilai 1,3 miliar dolar AS selama periode tersebut, tetapi tetap mencatat arus masuk pada hari-hari ketika pasar menguat. Arus masuk terbaru mencapai 479 juta dolar AS, karena permintaan institusional tetap selektif dalam menentukan waktu masuk.