Amerika Serikat Departemen Kehakiman mengumumkan pada 16 Maret bahwa mantan Wakil Kepala Polisi Kabupaten Los Angeles (LASD) dan pilot helikopter Michael David Coberg dihukum 63 bulan penjara oleh pengadilan federal karena membantu seorang penipu cryptocurrency yang telah dipenjara melakukan pemerasan dan penangkapan palsu, serta harus membayar ganti rugi sebesar 127.000 dolar AS. Mantan petugas dan “Godfather Crypto” berkolusi, penghasilan minimal 20.000 dolar per bulan Menurut siaran pers dari Kantor Kejaksaan Federal Wilayah Tengah California, Coberg yang berusia 44 tahun dan tinggal di Eastvale, mengaku pada September 2025 bahwa dia bersekongkol dalam pemerasan dan pelanggaran hak warga negara. Jaksa menyatakan bahwa saat itu Coberg masih bekerja di LASD, tetapi diam-diam bekerja untuk Adam Iza yang berusia 25 tahun dan kini ditahan oleh federal. Iza mengaku sebagai pengusaha cryptocurrency, tetapi sebenarnya terlibat dalam pemasaran penipuan dan penipuan cryptocurrency. Sejak September 2024, Iza telah ditahan oleh federal dan mengaku bersalah atas tuduhan terkait, dan vonisnya akan dijatuhkan dalam beberapa bulan mendatang. Kerjasama Coberg dan Iza bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga sebagai “mitra bisnis dan penasihat,” di mana Iza membayar Coberg setidaknya 20.000 dolar per bulan. Dalam memo vonis, jaksa menyatakan bahwa Coberg yang seharusnya menegakkan konstitusi dan hukum Amerika Serikat, malah menyalahgunakan kekuasaan yang diwakili oleh lencana polisi demi keuntungan pribadi. Kasus Pemerasan: Korban dibawa ke tempat tinggal dan dipaksa mentransfer 127.000 dolar Departemen Kehakiman menyatakan bahwa pada Oktober 2021, Coberg bersama petugas keamanan lainnya menjemput seorang korban yang karena perselisihan keuangan dengan mitra bisnis dan Iza menjadi target. Setelah dibawa ke kediaman Iza, Iza menaruh pistol di atas meja dan sebuah senapan serbu di sampingnya. Coberg mengaku sebagai petugas aktif dan mengawasi serta menginterogasi korban. Selama proses tersebut, Iza memaksa korban mentransfer 127.000 dolar ke rekening bank yang dikendalikan Iza dan merekam prosesnya. Setelah itu, petugas keamanan Iza juga menyita paspor korban dan mengembalikannya ke hotel. Departemen Kehakiman mengungkapkan bahwa keesokan harinya, Coberg terus-menerus menginterogasi korban tentang perselisihan keuangan dan keberadaan mitra bisnisnya. Kemudian, Coberg membawa Iza dan korban ke lapangan tembak di dalam kediaman, membiarkan mereka berdua sendirian. Iza kemudian mengancam korban dengan senjata dan meminta agar mitra bisnisnya mentransfer uang, yang akhirnya dilakukan korban hari itu juga. Coberg tidak hanya terlibat dalam proses pemerasan, tetapi juga berperan dalam membantu dan mengintimidasi di beberapa tahap penting. Kasus Penangkapan Palsu: Mengatur jebakan agar korban terbang ke Los Angeles dan ditangkap karena narkoba Kejahatan lain terjadi pada September 2021. Departemen Kehakiman menyatakan bahwa Coberg bersama Iza dan lainnya bersekongkol merancang agar seorang korban lain dari Miami dibujuk ke Los Angeles, lalu diatur agar dia ditangkap karena kepemilikan narkoba ilegal. Sebulan sebelumnya, Iza dan dua Wakil Kepala Polisi LASD yang membantu, mengancam korban dengan senjata dan memaksa dia mentransfer 25.000 dolar ke rekening yang dikendalikan Iza. Menurut jaksa, para pelaku menggunakan mantan pacar korban untuk menelepon dan berpura-pura ingin balikan, berhasil meyakinkan korban untuk terbang ke Los Angeles dan menggunakan narkoba bersama. Berdasarkan saran Coberg, pelaku membeli tiket pesawat, menjemput di Bandara Internasional Los Angeles, membawa korban untuk mendapatkan narkoba, lalu menuju lokasi tertentu di Paramount menunggu petugas LASD lain yang akan melakukan pemeriksaan dan penangkapan. Coberg juga berbohong kepada seorang kolega bahwa ada informan yang melaporkan sebuah Tesla berwarna putih yang membawa buronan dan narkoba, sehingga kolega tersebut menghentikan kendaraan dan menemukan kokain serta narkoba di dalam tas korban, lalu menangkapnya. Departemen Kehakiman menyatakan bahwa saat penangkapan, Coberg mengemudi perlahan melewati lokasi, sementara Iza duduk di kursi belakang dan merekam proses penangkapan. Setelahnya, Coberg mengirim pesan mengucapkan terima kasih kepada salah satu wakil kepala polisi yang membantu, dan menyebut “anak itu sangat menikmati,” yang merujuk pada Iza. Iza kemudian mengirimkan foto proses penangkapan kepada pihak lain, sebagai bentuk provokasi lebih lanjut.