Pendukung Bitcoin Michael Saylor, dan salah satu pendiri MicroStrategy, baru-baru ini membuat prediksi berani. Dia mengatakan bahwa Bitcoin bisa melampaui kapitalisasi pasar emas pada tahun 2035. Saat ini, nilai pasar Bitcoin sekitar $1,85 triliun, sementara emas sekitar $31,1 triliun. Untuk menyamai emas, Bitcoin perlu tumbuh hampir 16 kali lipat dari nilai saat ini.
Pernyataan Saylor tentang Bitcoin vs emas menunjukkan seberapa optimis beberapa investor tentang masa depan Bitcoin. Ini menunjukkan bagaimana mereka melihatnya bukan hanya sebagai koin digital tetapi sebagai penyimpan nilai yang nyata.
Membandingkan Bitcoin dan Emas
Emas selalu menjadi aset yang dapat dipercaya yang dibeli orang bahkan saat ekonomi tidak pasti atau saat terjadi inflasi. Bitcoin lebih baru, dibuat pada tahun 2009, tetapi memiliki beberapa kualitas yang sama dengan emas. Keduanya langka, tahan terhadap inflasi, dan dianggap sebagai perlindungan terhadap devaluasi uang.
Bitcoin memiliki pasokan tetap sebanyak 21 juta koin, jadi batas ini bersama dengan adopsi yang semakin meningkat, menjadikannya “emas digital.” Itulah sebabnya Saylor percaya bahwa kelangkaan ini dapat membantu Bitcoin mencapai nilai emas seiring waktu.
Mengapa Saylor Percaya Pertumbuhan Bitcoin
Saylor menunjuk pada tiga alasan utama untuk potensi Bitcoin. Pertama, institusi semakin mengadopsinya dan perusahaan, hedge fund, serta firma investasi menanamkan uang ke dalam Bitcoin.
Kedua, tekanan ekonomi global semakin meningkat. Inflasi, utang pemerintah, dan risiko mata uang mungkin mendorong lebih banyak investor ke Bitcoin sebagai lindung nilai.
Ketiga, teknologi dan regulasi semakin membaik. Orang sekarang dapat membeli, menyimpan, dan memperdagangkan Bitcoin dengan lebih aman, sehingga memudahkan lebih banyak investor untuk bergabung dengan pasar.
Bisakah Bitcoin Benar-Benar Tumbuh 16 Kali Lipat?
Untuk menyamai emas, Bitcoin harus mencapai sekitar $31 triliun dalam nilai total. Yang berarti setiap koin akan dihargai sekitar $1,4 juta. Meskipun terdengar cukup ekstrem, Bitcoin telah tumbuh dari beberapa sen menjadi puluhan ribu dolar hanya dalam lebih dari satu dekade.
Skeptis memperingatkan tentang volatilitas dan risiko regulasi. Tetapi para pendukung berargumen bahwa kelangkaan Bitcoin dan peningkatan penggunaannya membuat pertumbuhan jangka panjang menjadi realistis.
Melihat ke Depan
Prediksi Saylor tentang Bitcoin vs emas menunjukkan tren yang lebih besar, bagaimana Bitcoin menjadi aset keuangan arus utama. Bahkan jika tidak mencapai kapitalisasi pasar emas pada tahun 2035, pengaruhnya akan terus berkembang.
Bagi para investor, pesan Saylor cukup jelas. Bahwa Bitcoin sekarang lebih dari sekadar tren, dan bisa menjadi penyimpan nilai utama di era digital.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bitcoin vs Emas: Saylor Prediksi BTC Bisa Mengungguli Emas pada 2035
Pendukung Bitcoin Michael Saylor, dan salah satu pendiri MicroStrategy, baru-baru ini membuat prediksi berani. Dia mengatakan bahwa Bitcoin bisa melampaui kapitalisasi pasar emas pada tahun 2035. Saat ini, nilai pasar Bitcoin sekitar $1,85 triliun, sementara emas sekitar $31,1 triliun. Untuk menyamai emas, Bitcoin perlu tumbuh hampir 16 kali lipat dari nilai saat ini.
Pernyataan Saylor tentang Bitcoin vs emas menunjukkan seberapa optimis beberapa investor tentang masa depan Bitcoin. Ini menunjukkan bagaimana mereka melihatnya bukan hanya sebagai koin digital tetapi sebagai penyimpan nilai yang nyata.
Membandingkan Bitcoin dan Emas
Emas selalu menjadi aset yang dapat dipercaya yang dibeli orang bahkan saat ekonomi tidak pasti atau saat terjadi inflasi. Bitcoin lebih baru, dibuat pada tahun 2009, tetapi memiliki beberapa kualitas yang sama dengan emas. Keduanya langka, tahan terhadap inflasi, dan dianggap sebagai perlindungan terhadap devaluasi uang.
Bitcoin memiliki pasokan tetap sebanyak 21 juta koin, jadi batas ini bersama dengan adopsi yang semakin meningkat, menjadikannya “emas digital.” Itulah sebabnya Saylor percaya bahwa kelangkaan ini dapat membantu Bitcoin mencapai nilai emas seiring waktu.
Mengapa Saylor Percaya Pertumbuhan Bitcoin
Saylor menunjuk pada tiga alasan utama untuk potensi Bitcoin. Pertama, institusi semakin mengadopsinya dan perusahaan, hedge fund, serta firma investasi menanamkan uang ke dalam Bitcoin.
Kedua, tekanan ekonomi global semakin meningkat. Inflasi, utang pemerintah, dan risiko mata uang mungkin mendorong lebih banyak investor ke Bitcoin sebagai lindung nilai.
Ketiga, teknologi dan regulasi semakin membaik. Orang sekarang dapat membeli, menyimpan, dan memperdagangkan Bitcoin dengan lebih aman, sehingga memudahkan lebih banyak investor untuk bergabung dengan pasar.
Bisakah Bitcoin Benar-Benar Tumbuh 16 Kali Lipat?
Untuk menyamai emas, Bitcoin harus mencapai sekitar $31 triliun dalam nilai total. Yang berarti setiap koin akan dihargai sekitar $1,4 juta. Meskipun terdengar cukup ekstrem, Bitcoin telah tumbuh dari beberapa sen menjadi puluhan ribu dolar hanya dalam lebih dari satu dekade.
Skeptis memperingatkan tentang volatilitas dan risiko regulasi. Tetapi para pendukung berargumen bahwa kelangkaan Bitcoin dan peningkatan penggunaannya membuat pertumbuhan jangka panjang menjadi realistis.
Melihat ke Depan
Prediksi Saylor tentang Bitcoin vs emas menunjukkan tren yang lebih besar, bagaimana Bitcoin menjadi aset keuangan arus utama. Bahkan jika tidak mencapai kapitalisasi pasar emas pada tahun 2035, pengaruhnya akan terus berkembang.
Bagi para investor, pesan Saylor cukup jelas. Bahwa Bitcoin sekarang lebih dari sekadar tren, dan bisa menjadi penyimpan nilai utama di era digital.