Laporan: Bitcoin Bisa Naik ke $170.000 pada 2026, Reformasi Kebijakan AS dan Permintaan Institusi Jadi Pendorong Utama

BTC-0,79%
ETH-1,29%
ARC8,18%
XPL-1,53%

Pusat Riset Korbit Korea dalam laporan tahunannya yang terbaru memprediksi bahwa Bitcoin akan mencapai kisaran 140.000 hingga 170.000 dolar AS pada tahun 2026, serta menyoroti bahwa pendorong utama kenaikan harga berasal dari reformasi fiskal AS, permintaan institusional struktural, dan lingkungan dolar yang kuat, bukan lagi dari siklus halving empat tahunan tradisional. Tim riset mengemukakan teori baru berbasis makro, menekankan bahwa peningkatan produktivitas dan ekspansi belanja modal di AS secara signifikan memperkuat pengaruh terhadap Bitcoin.

Laporan tersebut menyebutkan “dolar yang menguat, kemungkinan koreksi harga emas, dan peningkatan alokasi institusional ke Bitcoin” sebagai tiga faktor kunci utama. ETF dan obligasi negara aset digital (DAT) dengan cepat menyerap likuiditas pasar, di mana hingga November 2025, keduanya telah menguasai 11,7% dari pasokan Bitcoin. Undang-undang besar (“OB3”) yang diperkirakan berlaku mulai Juli 2025 akan mengembalikan 100% depresiasi tambahan dan pengurangan biaya R&D secara langsung, serta menurunkan tarif pajak efektif perusahaan menjadi 10%-12%. Korbit menilai, hal ini akan menarik arus modal luar negeri ke AS dan menjaga kekuatan dolar dalam jangka panjang.

Dalam kondisi dolar kuat dan lingkungan deflasi, emas sebagai aset tanpa imbal hasil kemungkinan akan tertekan. Sementara itu, peran Bitcoin dalam alokasi aset institusi terus meningkat, secara bertahap membentuk “segitiga penyimpan nilai tingkat negara” bersama dolar dan emas. Model pasar sedang didefinisikan ulang; Bitcoin tak lagi hanya bergantung pada siklus musiman, melainkan makin dipengaruhi oleh perubahan struktur makro.

Laporan tersebut menyatakan, Bitcoin kemungkinan akan bergerak sideways dalam kisaran 100.000 hingga 120.000 dolar AS pada tahun 2025, dan puncak harga kedua yang sebenarnya mungkin baru muncul pada 2026, dengan syarat adanya pemulihan likuiditas global.

Adopsi institusi terus meningkat. Arus masuk ke ETF Bitcoin tetap kuat, skala DAT semakin besar, sehingga menambah penopang harga dan stabilitas pasar Bitcoin. Dari sisi regulasi, “Undang-Undang GENIUS” yang akan berlaku Juli 2025 mengatur secara jelas pembayaran stablecoin, mendorong adopsi stablecoin patuh aturan secara penuh oleh bank dan institusi AS.

Pada aspek teknologi, Ethereum menghadapi keterbatasan institusi akibat konfirmasi final 12 detik dan mekanisme transparansi penuh, sementara jaringan L1 baru dengan privasi dan penyelesaian sub-detik seperti Arc, Tempo, dan Plasma mulai menanjak. Solana akan meluncurkan Firedancer pada 2026, meningkatkan efisiensi throughput dan bersaing di pasar stablecoin institusi.

Pasar terdesentralisasi tetap tumbuh pesat. Pada pertengahan 2025, volume trading DEX mencapai 7,6%, diperkirakan naik menjadi 15% pada 2026. Di antaranya, DEX kontrak perpetual tumbuh paling cepat, dengan Hyperliquid mendominasi pasar 73%. Sementara itu, kapitalisasi tokenisasi aset dunia nyata (RWA) telah mencapai 35,6 miliar dolar AS dan akan terus bertambah didorong oleh fintech.

Dengan semakin cepatnya integrasi super-app seperti Robinhood dan lonjakan volume trading di pasar prediksi seperti Polymarket, pasar kripto sedang memasuki siklus baru kompetisi dan inovasi.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.

Artikel Terkait

Former UK Prime Minister Boris Johnson Calls Bitcoin a Ponzi Scheme

Former UK prime minister Boris Johnson sparked a fresh volley of criticism around Bitcoin by labeling it a Ponzi scheme in a Daily Mail op-ed. He recounts a personal anecdote: a friend who handed over 500 pounds, or about $661, to a promoter who promised to “double his money” via BTC, only to be

CryptoBreaking53menit yang lalu

Price Predictions 3/13: BTC ETH BNB XRP SOL DOGE HYPE ADA BCH XMR

The article discusses price predictions for various cryptocurrencies including BTC, ETH, BNB, XRP, SOL, DOGE, HYPE, ADA, BCH, and XMR, providing insights into market trends and forecasts.

CryptoBreaking57menit yang lalu

Bitcoin ETFs Extend Five-Day Streak With $180 Million Inflows

Bitcoin exchange-traded funds (ETFs) extended their inflow streak to five consecutive days with $180 million in new capital. Ether and solana ETFs also posted gains, while XRP ETFs recorded no trading activity. Inflow Momentum Continues as Bitcoin, Ether ETFs Stay Green The steady march of

Coinpedia1jam yang lalu

Bitcoin Hits $69K Triggering $192M Liquidations As Traders Eye Next Move

_Bitcoin moved to $69K liquidated $103M in short positions within a $192M total market wipeout._ _Key liquidity clusters now sit between $66K–$69K and $71K–$74K creating a balanced market setup._ _Traders monitor whether BTC holds above $69K or targets lower liquidity near $66K._ Bitcoi

LiveBTCNews1jam yang lalu
Komentar
0/400
Junevip
· 2025-12-08 10:56
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Lihat AsliBalas0