Dr. Sangmin Seo, Ketua Kaia DLT Foundation, berpendapat bahwa proposal dari Bank Sentral Korea Selatan (BOK) yang memberikan tugas kepada bank-bank utama untuk menerbitkan stablecoin yang dipatok pada won “kurang memiliki dasar logika.” Menurutnya, alih-alih hanya membiarkan bank yang mengelola, BOK sebaiknya menetapkan kerangka regulasi yang jelas untuk organisasi penerbit stablecoin guna “mengurangi risiko moneter dan mendorong inovasi,” sehingga memungkinkan baik organisasi perbankan maupun non-perbankan yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi.
BOK juga mengusulkan untuk melarang pembayaran bunga untuk stablecoin untuk menghindari persaingan dengan simpanan bank, sekaligus mendorong pengembangan “token simpanan”. Namun, Bapak Seo berpendapat bahwa larangan ini terlalu berlebihan dan akan membatasi kemampuan aplikasi stablecoin.
Saat ini setidaknya delapan bank Korea Selatan diperkirakan akan meluncurkan stablecoin neo berdasarkan won dari akhir 2025, sementara Naver Financial merencanakan penerbitan stablecoin sendiri setelah mengakuisisi Dunamu, pemilik bursa Upbit.