Sumber: Glassnode; Kompilasi: Wu Zhu, Jincai Finance
Minggu ini, kami memperkenalkan eksplorasi lain untuk kasus penggunaan CBD - analisis token metaverse. Meskipun harga turun dan spekulasi perlahan memudar, data on-chain menunjukkan bahwa investor utama masih aktif, secara bertahap mengakumulasi dan menurunkan dasar biaya.
Apakah ini menandakan taruhan jangka panjang untuk pemulihan metaverse? Mari kita terlebih dahulu meninjau bagaimana menganalisis dan menginterpretasikan data CBD, lalu menerapkan pengetahuan ini pada tren terbaru di metaverse.
Distribusi biaya dasar (CBD) melacak posisi konsentrasi pasokan token berdasarkan biaya dasar rata-rata pemegang. Dengan menganalisis perubahan distribusi pasokan, kita dapat mengidentifikasi perilaku investor — apakah mereka sedang mengakumulasi, menjual, atau mendistribusikan kembali kepemilikan mereka.
Bagaimana cara membaca peta panas CBD:
Warna hangat (merah/kuning) menunjukkan konsentrasi pasokan yang tinggi dalam kisaran harga tertentu, sementara warna dingin (biru/hijau) menunjukkan jumlah pasokan yang lebih rendah.
Setiap potongan horizontal mewakili kisaran harga di mana sebagian dari pasokan terakhir berpindah, menunjukkan bagaimana pemegang menyesuaikan basis biaya mereka seiring waktu.
Melacak perubahan ini membantu kita menemukan potensi titik balik pasar, di mana tren akumulasi atau distribusi mungkin menunjukkan arah harga di masa depan.
Dalam analisis ini, kami fokus pada token metaverse – The Sandbox (SAND), Decentraland (MANA), dan Axie Infinity (AXS) – Mereka adalah salah satu aset paling menonjol selama ledakan metaverse pada tahun 2021. Sementara hype seputar metaverse telah mereda, fokus kami telah bergeser dari aktivitas pengguna dan sebagai gantinya menggunakan data (CBD) Distribusi Basis Biaya untuk memeriksa perilaku investor.
Alih-alih mengevaluasi metrik adopsi atau aktivitas dalam game, kami menganalisis bagaimana pemegang token menyesuaikan posisi mereka dari waktu ke waktu. Apakah mereka menjual, bertahan stabil, atau terakumulasi dengan harga yang lebih rendah? Dengan melacak perubahan pasokan pada tingkat harga yang berbeda, kita dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana keyakinan investor telah berkembang dalam fase pasca-hype dan apakah tren yang terakumulasi menyiratkan kepercayaan jangka panjang dalam proyek-proyek ini.
Meskipun harga berfluktuasi, data on-chain menunjukkan bahwa akumulasi masih terus berlanjut. Pemegang yang memiliki keyakinan kuat secara bertahap meningkatkan posisi mereka, memperkuat keyakinan mereka terhadap potensi jangka panjang proyek.
Konsentrasi pasokan meningkat signifikan, mencapai sekitar 0,60 dolar, mencerminkan peningkatan aktivitas pembelian setelah penurunan harga. Ini menunjukkan bahwa investor menganggap penurunan harga sebagai peluang beli, bukan tanda penurunan lebih lanjut.
Meskipun tren penurunan terus berlanjut, data on-chain menunjukkan bahwa banyak posisi secara bertahap meningkat. Pola ini menunjukkan bahwa beberapa investor masih memiliki kepercayaan penuh terhadap masa depan Axie Infinity.
Spekulasi seputar metaverse mungkin telah mereda, tetapi aktivitas di blockchain menunjukkan sebaliknya. Akumulasi berkelanjutan dari token metaverse utama menunjukkan bahwa banyak investor menganggap proyek-proyek ini sebagai peluang yang undervalued, bukan kegagalan.
Apakah ini meletakkan dasar untuk pemulihan di masa depan? Meskipun pergerakan harga masih tidak pasti, data menunjukkan bahwa kepercayaan para peserta pasar utama tetap kuat—mereka sedang memposisikan diri sesuai.