Donald Trump memberikan kritik pedas terhadap Vladimir Putin setelah Rusia meluncurkan serangan besar-besaran dengan drone dan misil ke Ukraina, meskipun Trump baru-baru ini menyerukan gencatan senjata. Mantan Presiden AS itu menyatakan bahwa pemimpin Rusia tersebut “sudah sepenuhnya kehilangan akalnya.” Berbicara dari Gedung Putih melalui Truth Social, Trump mengatakan bahwa meskipun dia pernah memiliki “hubungan yang kuat dan sangat baik” dengan Putin, dia sekarang percaya bahwa presiden Rusia telah menjadi gila. Dia juga menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Joe Biden karena memicu konflik. “Ini adalah perang yang tidak akan pernah dimulai jika saya berada di kantor. Ini adalah perang Putin, Zelensky, dan Biden — bukan milik saya,” tegas Trump.
Gencatan Senjata Dilanggar: 250 Drone dan 14 Rudal Hanya beberapa hari setelah proposal Trump untuk gencatan senjata selama 30 hari, Rusia melancarkan serangan terkoordinasi di Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya. Menurut laporan, 250 drone dan 14 rudal balistik dikerahkan. Pertahanan Ukraina dilaporkan berhasil mencegat hampir 100 di antaranya. Zelensky menanggapi dengan pernyataan tegas, menegaskan bahwa Moskow secara sengaja memperpanjang perang. Dia juga meminta pemimpin dunia untuk meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Rusia.
💰 Sepertiga Anggaran Rusia Sekarang Diklasifikasikan Rusia semakin menyembunyikan pengeluaran federalnya di balik tirai kerahasiaan. Para analis memperkirakan bahwa sekitar 29% dari anggaran Rusia saat ini—berjumlah sekitar $152 miliar—sekarang diklasifikasikan. Dana-dana ini kemungkinan sedang dialokasikan untuk operasi militer dan infrastruktur di wilayah yang diduduki. Para ahli memperingatkan bahwa mengungkapkan angka-angka ini dapat mendorong sanksi lebih lanjut, itulah sebabnya Kremlin menyimpan pengeluaran tersebut dari pandangan publik.
🌍 Upaya Diplomatik Berjuang Saat Pembicaraan Mandek Administrasi Trump, yang dipimpin oleh Menteri Luar Negerinya Marco Rubio, terus mendorong resolusi diplomatik. Berbicara di Senat, Rubio menyatakan bahwa AS masih memberikan dukungan militer kepada Ukraina sambil berusaha menjaga dialog dengan Rusia. Namun, upaya negosiasi tampaknya sedang runtuh. Putin tidak hadir secara langsung dalam pembicaraan terbaru di Istanbul, melainkan mengirim delegasi tingkat rendah untuk bertemu dengan Rubio. Di Washington, Senator Lindsey Graham dan Richard Blumenthal memperkenalkan undang-undang baru yang didukung oleh 81 senator. Undang-undang ini memperingatkan bahwa jika Rusia menolak untuk bernegosiasi dengan itikad baik, AS akan merespons dengan sanksi berat, termasuk tarif 500% pada negara mana pun—termasuk China—yang terus membeli minyak, gas, atau uranium Rusia.
Lavrov Menolak: Ukraina Membutuhkan “Pemerintah yang Sah” Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menanggapi dengan menyatakan bahwa perdamaian hanya akan mungkin terjadi setelah Ukraina memiliki pemerintahan yang “legitim”. Ia mengulangi posisi Moskow bahwa Ukraina adalah bagian sejarah dari Rusia dan menuduh pemerintahan Zelensky dijalankan oleh “elemen ekstremis dan korupsi.”
#TRUMP , #putin , #Geopolitics , #worldnews , #USPolitics
Tetap satu langkah di depan – ikuti profil kami dan tetap terinformasi tentang segala hal penting di dunia cryptocurrency! Pemberitahuan: Informasi dan pandangan yang disajikan dalam artikel ini ditujukan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat investasi dalam situasi apa pun. Konten halaman-halaman ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya. Kami memperingatkan bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency dapat berisiko dan dapat menyebabkan kerugian finansial.