Belakangan ini saya perhatikan kecepatan ekspansi aliansi ekonomi BRICS benar-benar cukup cepat. Zimbabwe secara resmi mengajukan permohonan keanggotaan, sekarang BRICS sudah memiliki 11 anggota, sementara Indonesia baru bergabung awal tahun ini. Menariknya, Rusia, Afrika Selatan, dan Brasil semuanya menyatakan dukungan terhadap Zimbabwe, tampaknya peluang permohonan ini disetujui tidak kecil.



Lebih luar biasa lagi, tidak hanya Zimbabwe yang mengetuk pintu. Negara-negara seperti Bahrain, Malaysia, Turki, dan Vietnam juga telah mengajukan permohonan, total sudah ada lebih dari 20 negara yang antre ingin bergabung. Apa artinya ini? Menunjukkan bahwa memang ada kekuatan di seluruh dunia yang mencari alternatif di luar sistem keuangan Barat.

Dari tren pertumbuhan jumlah anggota, BRICS sedang secara bertahap berkembang menjadi kekuatan ekonomi alternatif yang sesungguhnya. Ini bukan sekadar perluasan sebuah aliansi, melainkan juga cerminan dari multipolarisasi sistem keuangan. Jika tren ini terus berlanjut, tata kelola keuangan global mungkin akan mengalami sebuah perubahan yang cukup mendalam. Beberapa negara jelas sudah menyadari hal ini, sehingga semuanya berusaha menjadi anggota baru.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan