Kelemahan Ekonomi AS dan Tindakan Militer terhadap Iran: Sebuah Permainan Berbahaya

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Amerika Serikat sedang menghadapi risiko stagflasi ekonomi dan dampak ganda dari perang di Timur Tengah secara bersamaan. Pada 28 Februari 2026, Trump melancarkan operasi “Amarah Epik” (Operation Epic Fury), melakukan serangan militer besar-besaran terhadap Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi, Khamenei.

Namun, bersamaan dengan dimulainya perang, data ekonomi Amerika Serikat memburuk secara menyeluruh—pengurangan non-pertanian sebanyak 92.000 pekerjaan pada Februari, tingkat pengangguran naik menjadi 4,4%, penurunan penjualan ritel, pertumbuhan PDB yang tiba-tiba turun menjadi 1,4%, sementara inflasi justru meningkat, dengan PCE inti mencapai 3,0%; penutupan nyata Selat Hormuz menyebabkan harga minyak melonjak lebih dari 17% dalam seminggu, dan minyak Brent melewati USD 85.

Perang ini tidak hanya gagal mengalihkan perhatian dari kesulitan ekonomi, tetapi malah mempercepat Amerika menuju jurang stagflasi.

Sejarah menunjukkan bahwa tekanan ekonomi akhirnya akan menjadi kekuatan pembatas paling kuat terhadap keberanian militer—dan mekanisme ini sudah mulai terlihat.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan