Pusat Penelitian dan Kebijakan Arab Mengumumkan Temuan Indeks Opini Arab 2024-2025

(MENAFN- Mid-East Info) Doha, Qatar Januari 2025 - Pusat Penelitian dan Studi Kebijakan Arab (ACRPS) hari ini mengumumkan temuan Indeks Opini Arab (AOI) 2024–2025 di kantor pusatnya di Doha. Kini dalam edisi kesembilan, AOI tetap menjadi jajak pendapat opini publik terbesar dan paling komprehensif di kawasan Arab, mencakup sikap politik, ekonomi, dan sosial di 15 negara Arab.

Jajak pendapat terbaru mewawancarai lebih dari 40.000 responden antara Oktober 2024 dan Agustus 2025. Edisi ini juga menandai tonggak penting dengan penyelesaian jajak pendapat pertama yang dilakukan di dalam Suriah, mengatasi kekurangan data yang dapat diandalkan dan mewakili seluruh negara.

KONDISI HIDUP:

Hasil menunjukkan bahwa 57% responden percaya negara mereka menuju arah yang benar, berbanding 37% yang merasa negara mereka bergerak ke arah yang salah.

Tekanan ekonomi tetap berlangsung di sebagian besar kawasan: 41% melaporkan bahwa penghasilan mereka hanya cukup untuk kebutuhan dasar dan 28% mengatakan tidak mencukupi sama sekali, sehingga sebagian besar rumah tangga di luar kawasan Teluk bergantung pada pinjaman atau bantuan.

DEMOKRASI DAN LEMBAGA NEGARA:

Dukungan publik terhadap demokrasi tetap kuat di seluruh kawasan Arab. 68% responden menyatakan mendukung sistem demokrasi, melanjutkan tren yang telah diamati secara konsisten dalam semua jajak pendapat AOI sejak 2011.

Kepercayaan warga terhadap lembaga negara bervariasi: dewan legislatif menerima tingkat kepercayaan terendah di antara warga Arab (51%), sementara militer mendapatkan tingkat kepercayaan tertinggi (82%).

CONFLIK DI KAWASAN ARAB:

Survei ini menyoroti konsekuensi kemanusiaan yang keras dari konflik yang sedang berlangsung di kawasan:

Gaza: lebih dari 85% responden melaporkan pengungsian berulang, kelaparan, dan kekurangan kebutuhan dasar seperti air minum, listrik, perlengkapan medis, dan akses internet.

Lebanon: 76% responden dari daerah yang diserang Israel (Lebanon selatan, pinggiran selatan Beirut, dll.) menyatakan bahwa mereka terpaksa mengungsi selama konflik. Setidaknya setengah dari mereka menyatakan tidak memiliki akses ke bahan makanan dasar dan 41% kekurangan akses ke layanan kesehatan dan obat-obatan.

Sudan: 47% responden melaporkan telah mengungsi secara internal, sendiri atau bersama sebagian atau seluruh keluarga mereka, sejak pecahnya konflik. Lebih dari setengah responden melaporkan kekurangan akses ke listrik, pasokan makanan, dan obat-obatan yang diperlukan.

OPINI PUBLIK SURIAH:

Antara 80% dan 94% responden Suriah menyatakan perasaan harapan, kegembiraan, kebahagiaan, dan kelegaan atas jatuhnya rezim Bashar al-Assad, sementara sekitar 80% menyatakan perasaan cemas atau tidak pasti.

Warga Suriah melaporkan bahwa masalah paling mendesak yang dihadapi negara mereka berkaitan dengan situasi ekonomi, keamanan, stabilitas politik, dan persatuan nasional.

Meskipun warga Suriah mengakui adanya diskursus sektarian, 41% percaya bahwa hal tersebut adalah akibat campur tangan asing. 66% responden mengatakan mereka tidak membedakan dalam berurusan dengan orang lain, terlepas dari sekt or agama mereka.

AOI 2024–2025 juga meneliti penggunaan media sosial, kepercayaan digital, dan paparan terhadap disinformasi, menyoroti semakin pentingnya ruang digital dalam membentuk opini publik di seluruh kawasan Arab.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan