Nilai tukar GBP/USD saat ini diperdagangkan sekitar 1.3480 selama jam pagi Asia hari Jumat, mencerminkan divergensi yang semakin besar antara sikap kebijakan moneter AS dan Inggris. Pergerakan ini menyoroti bagaimana jalur bank sentral yang berbeda sedang membentuk kembali penilaian mata uang di pasar valuta asing.
Perubahan Dovish Fed Melemahkan Dolar
Penggerak utama di balik kekuatan Sterling adalah ekspektasi luas bahwa Federal Reserve akan melakukan setidaknya dua pemotongan suku bunga sepanjang tahun 2025. Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa pasar saat ini memberikan probabilitas sekitar 15,0% untuk penurunan suku bunga Fed pada pertemuan kebijakan Januari mendatang. Pandangan dovish ini merupakan pembalikan tajam dari tahun 2024, ketika Dolar AS menutup tahun dengan penurunan tahunan terbesar dalam delapan tahun.
Menambah ekspektasi pemotongan suku bunga ini adalah spekulasi seputar kepemimpinan Fed yang akan datang. Dengan masa jabatan Ketua Fed Jerome Powell yang berakhir tahun ini, Presiden Donald Trump telah menandai preferensinya untuk pengganti yang akan mempertahankan suku bunga lebih rendah dan menghindari perbedaan kebijakan dengan administrasi. Komentar Trump baru-baru ini tentang mengharapkan Ketua Fed berikutnya untuk menjaga suku bunga tetap rendah dan tetap sejalan dengan administrasinya telah menimbulkan pertanyaan tentang independensi bank sentral di kalangan investor dan pembuat kebijakan.
Presiden Fed Philadelphia Anna Paulson dijadwalkan memberikan pernyataan akhir pekan ini, yang dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang jalur kebijakan Fed.
Bank of England Mengambil Pendekatan Bertahap
Sebaliknya, Bank of England telah menandai pendekatan yang terukur terhadap keputusan suku bunga di masa depan. Pada pertemuan Desember, BoE menurunkan suku bunga acuan dari 4,0% menjadi 3,75%—menandai level terendah dalam hampir tiga tahun. Gubernur Andrew Bailey menunjukkan bahwa meskipun suku bunga diperkirakan akan mengikuti jalur penurunan secara bertahap, setiap pemotongan berikutnya akan memerlukan pemeriksaan lebih dekat terhadap kondisi ekonomi.
Kecepatan terukur dari BoE ini memberikan dukungan relatif terhadap Sterling, karena divergensi antara Fed yang berpotensi agresif dan BoE yang berhati-hati menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk GBP/USD. Bagi mereka yang mengikuti pasangan mata uang seperti konversi 16 GBP ke USD, divergensi kebijakan ini tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi dinamika nilai tukar jangka pendek.
Perbedaan posisi antara kedua bank sentral ini menegaskan bagaimana keputusan kebijakan moneter terus menjadi kekuatan utama yang membentuk kembali pasar mata uang di awal tahun 2025.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sterling Melonjak Melewati 1.3450 karena Perbedaan Jalur Suku Bunga Antara Fed dan BoE Mendorong GBP/USD Lebih Tinggi
Nilai tukar GBP/USD saat ini diperdagangkan sekitar 1.3480 selama jam pagi Asia hari Jumat, mencerminkan divergensi yang semakin besar antara sikap kebijakan moneter AS dan Inggris. Pergerakan ini menyoroti bagaimana jalur bank sentral yang berbeda sedang membentuk kembali penilaian mata uang di pasar valuta asing.
Perubahan Dovish Fed Melemahkan Dolar
Penggerak utama di balik kekuatan Sterling adalah ekspektasi luas bahwa Federal Reserve akan melakukan setidaknya dua pemotongan suku bunga sepanjang tahun 2025. Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa pasar saat ini memberikan probabilitas sekitar 15,0% untuk penurunan suku bunga Fed pada pertemuan kebijakan Januari mendatang. Pandangan dovish ini merupakan pembalikan tajam dari tahun 2024, ketika Dolar AS menutup tahun dengan penurunan tahunan terbesar dalam delapan tahun.
Menambah ekspektasi pemotongan suku bunga ini adalah spekulasi seputar kepemimpinan Fed yang akan datang. Dengan masa jabatan Ketua Fed Jerome Powell yang berakhir tahun ini, Presiden Donald Trump telah menandai preferensinya untuk pengganti yang akan mempertahankan suku bunga lebih rendah dan menghindari perbedaan kebijakan dengan administrasi. Komentar Trump baru-baru ini tentang mengharapkan Ketua Fed berikutnya untuk menjaga suku bunga tetap rendah dan tetap sejalan dengan administrasinya telah menimbulkan pertanyaan tentang independensi bank sentral di kalangan investor dan pembuat kebijakan.
Presiden Fed Philadelphia Anna Paulson dijadwalkan memberikan pernyataan akhir pekan ini, yang dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang jalur kebijakan Fed.
Bank of England Mengambil Pendekatan Bertahap
Sebaliknya, Bank of England telah menandai pendekatan yang terukur terhadap keputusan suku bunga di masa depan. Pada pertemuan Desember, BoE menurunkan suku bunga acuan dari 4,0% menjadi 3,75%—menandai level terendah dalam hampir tiga tahun. Gubernur Andrew Bailey menunjukkan bahwa meskipun suku bunga diperkirakan akan mengikuti jalur penurunan secara bertahap, setiap pemotongan berikutnya akan memerlukan pemeriksaan lebih dekat terhadap kondisi ekonomi.
Kecepatan terukur dari BoE ini memberikan dukungan relatif terhadap Sterling, karena divergensi antara Fed yang berpotensi agresif dan BoE yang berhati-hati menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk GBP/USD. Bagi mereka yang mengikuti pasangan mata uang seperti konversi 16 GBP ke USD, divergensi kebijakan ini tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi dinamika nilai tukar jangka pendek.
Perbedaan posisi antara kedua bank sentral ini menegaskan bagaimana keputusan kebijakan moneter terus menjadi kekuatan utama yang membentuk kembali pasar mata uang di awal tahun 2025.