Ketua Federal Reserve AS, Powell, sedang dalam penyelidikan pidana! Saya menanggapi: Ancaman politik dengan dalih hukum

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Federal Reserve (Fed) Ketua Jerome Powell (Jerome Powell) hari ini mengonfirmasi bahwa jaksa federal telah memulai penyelidikan pidana terhadapnya. Fokus penyelidikan secara permukaan mengarah pada proyek renovasi kantor pusat Federal Reserve senilai hingga 25 miliar dolar AS dan isi kesaksian di Kongres, namun sebenarnya terkait dengan ketidakpatuhan Federal Reserve terhadap harapan pemerintahan Trump untuk menyesuaikan suku bunga. Tindakan ini tidak hanya memicu gejolak di pasar keuangan, tetapi juga kembali menjadikan independensi jangka panjang Federal Reserve sebagai pusat perhatian publik.

Powell Diselidiki Secara Pidana oleh Departemen Kehakiman AS, Kasus Renovasi Kantor Pusat Jadi Alasan

Powell menyatakan bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengirimkan surat panggilan grand jury kepada Federal Reserve, yang berisi penjelasan tentang proyek renovasi bangunan bersejarah kantor pusat yang dia berikan saat bersaksi di Komite Perbankan Senat tahun lalu. Anggaran total proyek sekitar 25 miliar dolar AS ini dipertanyakan oleh Departemen Kehakiman apakah melibatkan penyalahgunaan dana publik atau kesaksian yang tidak benar.

Pada Juli tahun ini, Presiden Trump dan Powell melakukan inspeksi bersama di lokasi proyek kantor pusat tersebut, di mana Trump sempat mengolok-olok anggaran proyek yang melebihi batas, meskipun kemudian menyatakan tidak akan memecat Powell karena hal tersebut. Namun, Powell tetap menerima surat panggilan.

(Trump Kunjungi Langsung Lokasi Proyek FED, Olok-olok: Tidak Perlu Pecat Powell, Tapi Tolong Turunkan Suku Bunga)

Powell Mengakui “Kebijakan Suku Bunga” sebagai Penyebab Utama: Tekanan Politik Secara Hukum

Dalam pernyataannya, Powell menyatakan menghormati supremasi hukum dan sistem akuntabilitas, tetapi menegaskan bahwa proyek renovasi dan pengawasan Kongres hanyalah “alasan permukaan”, dan kemajuan terkait selalu dipublikasikan secara terbuka:

Ancaman tuduhan pidana muncul karena kami telah lama menetapkan kebijakan suku bunga berdasarkan data ekonomi dan penilaian profesional, bukan mengikuti preferensi presiden.

Dia menegaskan: “Tidak ada yang di atas hukum, tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini harus dilihat dalam konteks ancaman dan tekanan berkelanjutan dari pemerintah saat ini.”

Hasil dari kejadian ini sangat penting, akan mempengaruhi kebijakan suku bunga AS selanjutnya, apakah didasarkan pada bukti dan kondisi ekonomi, atau dipengaruhi oleh tekanan politik atau intimidasi.

Setelah pernyataan ini dirilis, futures pasar saham AS langsung turun, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas dan independensi Federal Reserve akibat tindakan politik ini.

Ketegangan Jangka Panjang antara Pemerintah Trump dan Federal Reserve

Sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, ia beberapa kali secara terbuka meminta Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga secara besar-besaran dan cepat, serta menyampaikan ketidakpuasan terhadap keputusan Fed dan Powell, mulai dari serangan pribadi hingga ancaman pemecatan, dan kini surat panggilan menjadi langkah terbaru.

Meskipun Powell awalnya diusulkan oleh Trump pada 2017 untuk menjabat ketua, perbedaan pandangan terkait kebijakan moneter semakin dalam seiring waktu. Sebelumnya, Trump juga pernah menyatakan bahwa ia akan menominasikan pengganti Powell setelah masa jabatannya berakhir pada Mei tahun depan, dengan calon potensial termasuk mantan anggota Federal Reserve Kevin Warsh dan saat ini Kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett.

Namun, pengamat pasar menunjukkan bahwa meskipun Powell melepas jabatan ketua, ia tetap dapat menjabat sebagai anggota dewan hingga 2028 berdasarkan masa jabatannya.

(Pendukung Pro-kripto dan Penasihat Ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett Mungkin Akan Menggantikan Powell sebagai Ketua Federal Reserve)

Dari Penggantian Anggota Dewan hingga Pengiriman Surat Panggilan, Politik Masuk ke dalam Kekhawatiran Federal Reserve

Beberapa senator dari Partai Republik dan Demokrat juga khawatir bahwa penyelidikan ini dapat mengganggu independensi Federal Reserve dan kepercayaan Departemen Kehakiman. Menurut laporan, kasus ini ditangani oleh kantor jaksa federal di Washington D.C., yang dipimpin oleh Jeanine Pirro, yang ditunjuk oleh Trump, memperkuat keraguan terhadap campur tangan politik.

Pada Agustus tahun ini, Trump juga pernah memecat anggota Federal Reserve Lisa Cook dengan alasan penipuan hipotek, dan mengusulkan Stephen Miran, ketua Komite Ekonomi Dewan Penasihat, sebagai penggantinya, untuk mendapatkan keunggulan suara. Struktur kekuasaan dan arah kebijakan Federal Reserve di masa depan masih belum pasti.

(Trump Pecat Anggota Fed Cook karena Penipuan Hipotek, Apakah Ini Memberikan Keunggulan Suara kepada FED?)

Artikel ini berjudul “Ketua Federal Reserve Amerika Serikat Powell Diselidiki Secara Pidana! Tanggapan Pribadi: Ancaman Politik Secara Hukum” pertama kali muncul di ABMedia.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)