Goldman Sachs Outlook Ekonomi 2026: Pertumbuhan Kuat AS dan Inflasi Ringan Berlangsung, Federal Reserve Diperkirakan Akan Turunkan Suku Bunga Dua Kali Lagi
Goldman Sachs merilis laporan “Prospek Ekonomi AS 2026” pada 11 Januari, memberikan ekspektasi yang relatif optimis untuk pasar tahun ini. Dalam tiga dimensi pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, dan kebijakan moneter, Goldman Sachs memberikan arah prediksi yang jelas, yang tidak hanya berkaitan dengan tren ekonomi AS tetapi juga akan berdampak mendalam pada pasar modal global.
Prospek Pertumbuhan Ekonomi: Ketahanan Masih Terjaga
Goldman Sachs memprediksi ekonomi AS akan tetap menunjukkan pertumbuhan yang relatif kuat hingga 2026. Berdasarkan data laporan, dengan perhitungan year-over-year kuartal keempat, tingkat pertumbuhan PDB adalah 2,5%; jika dihitung rata-rata tahunan, tingkat pertumbuhan adalah 2,8%.
Dorongan utama pertumbuhan
Laporan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan didorong oleh tiga faktor utama:
Efek stimulasi dari kebijakan pemotongan pajak
Pertumbuhan upah riil yang mendorong konsumsi
Peningkatan kekayaan (mungkin dari kenaikan harga aset) yang meningkatkan daya beli
Faktor-faktor ini bersama-sama membentuk dasar pertumbuhan ekonomi, membuat Goldman Sachs cukup optimis terhadap prospek pertumbuhan tahun ini.
Inflasi dan Suku Bunga: Moderat tetapi Terkendali
Ekspektasi inflasi
Goldman Sachs memprediksi bahwa hingga Desember 2026, tingkat inflasi inti pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) akan mencapai 2,1% secara year-over-year, dan indeks harga konsumen inti (CPI) akan melambat ke 2%. Ini berarti inflasi akan cenderung menuju target jangka panjang Federal Reserve sebesar 2%, dan berada dalam kisaran yang terkendali.
Jalur penurunan suku bunga Federal Reserve
Berdasarkan penilaian terhadap kondisi ekonomi dan inflasi, Goldman Sachs memperkirakan Federal Reserve akan melakukan dua kali penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun ini:
Juni: penurunan 25 basis poin
September: penurunan 25 basis poin
Prediksi ini sejalan dengan pandangan lembaga utama pasar lainnya. Informasi terkait menunjukkan bahwa Morgan Stanley, Nomura, Bank of America, dan Wells Fargo semuanya memprediksi Federal Reserve akan menurunkan suku bunga sekali pada Juni dan September, membentuk konsensus pasar yang relatif seragam.
Pasar Tenaga Kerja: Kekhawatiran Tersembunyi dalam Pertumbuhan
Tingkat pengangguran diperkirakan stabil
Goldman Sachs memprediksi tingkat pengangguran dasar akan tetap di 4,5%, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja secara keseluruhan tetap relatif stabil.
Risiko potensial: Pertumbuhan pekerjaan yang nol
Laporan secara khusus menyoroti satu risiko yang perlu diperhatikan: dengan perusahaan yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menurunkan biaya tenaga kerja, ada risiko munculnya periode “pertumbuhan pekerjaan nol”. Ini berarti ekonomi mungkin terus tumbuh, tetapi pertumbuhan lapangan kerja bisa stagnan bahkan menurun, yang akan menimbulkan tekanan pada konsumsi dan stabilitas sosial.
Ekspektasi Stabilitas Kebijakan Perdagangan
Laporan Goldman Sachs berasumsi bahwa, karena pemilihan paruh waktu yang akan datang, isu biaya hidup akan menjadi agenda politik utama, yang akan mendorong Gedung Putih untuk menghindari langkah-langkah kenaikan tarif secara besar-besaran. Prediksi ini menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan kemungkinan akan tetap relatif stabil, mengurangi risiko eskalasi konflik perdagangan.
Signifikansi Pasar: Dampak Potensial terhadap Kripto dan RWA
Perbaikan lingkungan suku bunga
Ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve biasanya menguntungkan pasar aset kripto. Informasi terkait menunjukkan bahwa Bernstein mempertahankan peringkat “mengungguli pasar” untuk Coinbase, dan memperkirakan akan munculnya siklus super tokenisasi pada 2026. Lingkungan suku bunga yang longgar mendukung performa aset berisiko.
Peluang di pasar RWA
Prediksi stabilitas prospek ekonomi Goldman Sachs menciptakan latar belakang makro yang baik untuk tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Berdasarkan informasi terkait, lebih dari 30 miliar dolar AS RWA telah diikat di blockchain, dan perusahaan keuangan tradisional seperti BlackRock, Goldman Sachs, dan lainnya aktif terlibat di bidang ini. Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan ekspektasi inflasi yang terkendali meningkatkan kepercayaan institusi modal untuk masuk ke bidang yang sedang berkembang ini.
Kesimpulan
Prospek ekonomi Goldman Sachs untuk 2026 menggambarkan gambaran yang relatif optimis namun perlu berhati-hati: ekonomi AS akan tumbuh sekitar 2,5-2,8%, inflasi moderat dan terkendali, dan Federal Reserve akan melakukan dua kali penurunan suku bunga di paruh kedua tahun ini. Ekspektasi ini didukung oleh banyak lembaga pasar, membentuk konsensus yang cukup seragam.
Perlu diperhatikan risiko “pertumbuhan pekerjaan nol” akibat penggantian AI di pasar tenaga kerja, serta pengaruh pemilihan paruh waktu terhadap kebijakan perdagangan. Bagi pasar kripto, ekspektasi penurunan suku bunga dan stabilitas ekonomi merupakan faktor positif, terutama dalam mendukung pengembangan aplikasi baru seperti RWA secara makro.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Goldman Sachs Outlook Ekonomi 2026: Pertumbuhan Kuat AS dan Inflasi Ringan Berlangsung, Federal Reserve Diperkirakan Akan Turunkan Suku Bunga Dua Kali Lagi
Goldman Sachs merilis laporan “Prospek Ekonomi AS 2026” pada 11 Januari, memberikan ekspektasi yang relatif optimis untuk pasar tahun ini. Dalam tiga dimensi pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, dan kebijakan moneter, Goldman Sachs memberikan arah prediksi yang jelas, yang tidak hanya berkaitan dengan tren ekonomi AS tetapi juga akan berdampak mendalam pada pasar modal global.
Prospek Pertumbuhan Ekonomi: Ketahanan Masih Terjaga
Goldman Sachs memprediksi ekonomi AS akan tetap menunjukkan pertumbuhan yang relatif kuat hingga 2026. Berdasarkan data laporan, dengan perhitungan year-over-year kuartal keempat, tingkat pertumbuhan PDB adalah 2,5%; jika dihitung rata-rata tahunan, tingkat pertumbuhan adalah 2,8%.
Dorongan utama pertumbuhan
Laporan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan didorong oleh tiga faktor utama:
Faktor-faktor ini bersama-sama membentuk dasar pertumbuhan ekonomi, membuat Goldman Sachs cukup optimis terhadap prospek pertumbuhan tahun ini.
Inflasi dan Suku Bunga: Moderat tetapi Terkendali
Ekspektasi inflasi
Goldman Sachs memprediksi bahwa hingga Desember 2026, tingkat inflasi inti pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) akan mencapai 2,1% secara year-over-year, dan indeks harga konsumen inti (CPI) akan melambat ke 2%. Ini berarti inflasi akan cenderung menuju target jangka panjang Federal Reserve sebesar 2%, dan berada dalam kisaran yang terkendali.
Jalur penurunan suku bunga Federal Reserve
Berdasarkan penilaian terhadap kondisi ekonomi dan inflasi, Goldman Sachs memperkirakan Federal Reserve akan melakukan dua kali penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun ini:
Prediksi ini sejalan dengan pandangan lembaga utama pasar lainnya. Informasi terkait menunjukkan bahwa Morgan Stanley, Nomura, Bank of America, dan Wells Fargo semuanya memprediksi Federal Reserve akan menurunkan suku bunga sekali pada Juni dan September, membentuk konsensus pasar yang relatif seragam.
Pasar Tenaga Kerja: Kekhawatiran Tersembunyi dalam Pertumbuhan
Tingkat pengangguran diperkirakan stabil
Goldman Sachs memprediksi tingkat pengangguran dasar akan tetap di 4,5%, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja secara keseluruhan tetap relatif stabil.
Risiko potensial: Pertumbuhan pekerjaan yang nol
Laporan secara khusus menyoroti satu risiko yang perlu diperhatikan: dengan perusahaan yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menurunkan biaya tenaga kerja, ada risiko munculnya periode “pertumbuhan pekerjaan nol”. Ini berarti ekonomi mungkin terus tumbuh, tetapi pertumbuhan lapangan kerja bisa stagnan bahkan menurun, yang akan menimbulkan tekanan pada konsumsi dan stabilitas sosial.
Ekspektasi Stabilitas Kebijakan Perdagangan
Laporan Goldman Sachs berasumsi bahwa, karena pemilihan paruh waktu yang akan datang, isu biaya hidup akan menjadi agenda politik utama, yang akan mendorong Gedung Putih untuk menghindari langkah-langkah kenaikan tarif secara besar-besaran. Prediksi ini menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan kemungkinan akan tetap relatif stabil, mengurangi risiko eskalasi konflik perdagangan.
Signifikansi Pasar: Dampak Potensial terhadap Kripto dan RWA
Perbaikan lingkungan suku bunga
Ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve biasanya menguntungkan pasar aset kripto. Informasi terkait menunjukkan bahwa Bernstein mempertahankan peringkat “mengungguli pasar” untuk Coinbase, dan memperkirakan akan munculnya siklus super tokenisasi pada 2026. Lingkungan suku bunga yang longgar mendukung performa aset berisiko.
Peluang di pasar RWA
Prediksi stabilitas prospek ekonomi Goldman Sachs menciptakan latar belakang makro yang baik untuk tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Berdasarkan informasi terkait, lebih dari 30 miliar dolar AS RWA telah diikat di blockchain, dan perusahaan keuangan tradisional seperti BlackRock, Goldman Sachs, dan lainnya aktif terlibat di bidang ini. Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan ekspektasi inflasi yang terkendali meningkatkan kepercayaan institusi modal untuk masuk ke bidang yang sedang berkembang ini.
Kesimpulan
Prospek ekonomi Goldman Sachs untuk 2026 menggambarkan gambaran yang relatif optimis namun perlu berhati-hati: ekonomi AS akan tumbuh sekitar 2,5-2,8%, inflasi moderat dan terkendali, dan Federal Reserve akan melakukan dua kali penurunan suku bunga di paruh kedua tahun ini. Ekspektasi ini didukung oleh banyak lembaga pasar, membentuk konsensus yang cukup seragam.
Perlu diperhatikan risiko “pertumbuhan pekerjaan nol” akibat penggantian AI di pasar tenaga kerja, serta pengaruh pemilihan paruh waktu terhadap kebijakan perdagangan. Bagi pasar kripto, ekspektasi penurunan suku bunga dan stabilitas ekonomi merupakan faktor positif, terutama dalam mendukung pengembangan aplikasi baru seperti RWA secara makro.