Pasar prediksi kembali mengalami tekanan! Indonesia memblokir Polymarket, semuanya karena taruhan penggulingan Presiden Prabowo melanggar batas merah

Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Kominfo) secara resmi mengumumkan pada malam tanggal 24 Mei bahwa mereka telah memblokir platform pasar prediksi Polymarket, dan menentukannya sebagai "platform perjudian daring ilegal", alasan utamanya adalah platform tersebut memungkinkan pengguna untuk melakukan taruhan spekulatif terhadap "hasil kejadian yang tidak pasti", yang melanggar larangan perjudian daring setempat. Ini adalah tindakan paling keras yang diambil oleh ekonomi terbesar di Asia Tenggara terhadap Polymarket, sekaligus gelombang terbaru dari tekanan regulasi yang dihadapi platform tersebut di Asia.

Pemicu langsung dari larangan ini dapat ditelusuri kembali ke 21 Mei: tepat setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana untuk mengembalikan hak ekspor komoditas besar seperti batu bara dan minyak sawit ke badan pemerintah, Polymarket menampilkan sebuah taruhan kontroversial—bertaruh tentang "kapan Prabowo akan mengundurkan diri dari jabatan presiden". Masa jabatan Prabowo secara hukum seharusnya berakhir pada tahun 2029, dan taruhan ini dengan cepat menyebar di media sosial Indonesia, memicu perhatian tinggi dari pemerintah.

Apa yang melanggar garis merah? Penetapan resmi Indonesia sebagai "perjudian ilegal"

Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia secara tegas melarang segala bentuk perjudian, baik daring maupun offline, menurut hukum pidana. Dalam pengumuman yang dirilis oleh pejabat Kominfo Alexander Sabar pada Jumat malam, disebutkan bahwa model operasi Polymarket "melibatkan taruhan dan spekulasi terhadap hasil kejadian yang tidak pasti", sehingga dianggap melanggar hukum. Sabar juga menyatakan bahwa pemerintah sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua akun media sosial terkait Polymarket.

Perlu dicatat bahwa tindakan keras terhadap perjudian daring di Indonesia bukan hanya dimulai dari Polymarket. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menutup puluhan ribu situs perjudian dan meminta bank memblokir transaksi terkait perjudian. Laporan Reuters menyebutkan bahwa kebijakan pusat mengenai ekspor komoditas besar yang diumumkan Prabowo pada 20 Mei sendiri telah menimbulkan gejolak di kalangan investor, dan taruhan tentang pengunduran diri presiden yang muncul di Polymarket tepat berada di garis sensitif politik dan regulasi.

Gelombang regulasi di Asia: Korea Selatan juga pernah bertindak, sikap global beragam

Indonesia bukanlah negara pertama di Asia yang mengambil tindakan regulasi terhadap Polymarket. Sebelumnya, Komite Pencegahan Kejahatan Perjudian Korea (KCSC) telah memulai pemeriksaan resmi terhadap Polymarket, dan menilai bahwa model operasinya mungkin melanggar undang-undang anti-perjudian Korea. Taruhan terkait pemilihan lokal Juni menjadi pemicu utama.

Namun, di Amerika Serikat, Polymarket mendapatkan perlakuan yang sangat berbeda: setelah disetujui oleh Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka AS (CFTC), platform ini kembali beroperasi di AS sebagai "pasar kontrak terpilih", menawarkan perdagangan kontrak prediksi yang diawasi secara ketat. Kontradiksi antara keberadaan "legal vs ilegal" ini mencerminkan ketidaksepakatan global mengenai posisi hukum pasar prediksi.

Ambiguitas regulasi pasar prediksi: negara-negara Asia-Pasifik masih menunggu

Pasar prediksi seperti Polymarket memungkinkan pengguna untuk bertaruh pada acara olahraga, hasil pemilihan, bahkan peristiwa geopolitik. Industri yang bernilai puluhan miliar dolar ini menghadapi sikap regulasi yang sangat beragam di berbagai negara. Beberapa negara bagian di AS juga menganggap pasar prediksi sebagai aktivitas perjudian ilegal dan tanpa izin.

Di kawasan Asia-Pasifik, sebagian besar negara masih belum menetapkan kerangka hukum yang jelas untuk pasar prediksi. Di dalam negeri sendiri, pasar prediksi saat ini berada dalam kekosongan regulasi, tidak secara resmi diklasifikasikan sebagai perjudian, dan tidak diawasi oleh badan regulasi federal seperti CFTC di AS. Larangan keras terhadap Polymarket oleh Indonesia ini berpotensi menjadi contoh bagi pasar negara berkembang lainnya di Asia, dan semakin mempersempit ruang pengembangan pasar prediksi di kawasan tersebut.

Saat ini, Polymarket belum menanggapi permintaan komentar melalui email dari Reuters. Pemerintah Indonesia telah menyatakan akan terus melakukan pemeriksaan terhadap akun media sosial terkait platform tersebut. Tingginya kewaspadaan pemerintah Prabowo terhadap konten politik yang sensitif juga menambah ketidakpastian mengenai masa depan pasar prediksi di Asia.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan