Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Situasi menarik sedang berkembang di wilayah tersebut. Beberapa kapal tanker Iran mulai mengubah rutenya, dan ini jelas bukan kebetulan. Tampaknya mereka berusaha menghindari pertemuan dengan armada Amerika di titik-titik kritis jalur pelayaran.
Khususnya perilaku kapal-kapal besar yang mencolok. Tanker Kariz, yang mengangkut sekitar satu juta barel minyak Iran, sudah berbalik arah bahkan di dekat pantai Sri Lanka. Danromeda, kapal yang lebih besar lagi dengan dua juta barel di atasnya, juga mengubah arah saat melintasi Samudra Hindia. Bahkan tanker kosong Amak dan Elisabet tidak ketinggalan — mereka berbalik langsung di Teluk Oman.
Semua kapal ini dikenai sanksi baik oleh AS maupun UE, jadi manuver mereka dapat dipahami. Tampaknya, setelah Angkatan Laut AS mengumumkan penangkapan kapal-kapal pengangkut minyak, pihak Iran memutuskan untuk bermain lebih hati-hati. Terutama di zona Teluk Aden, di mana risiko bertemu dengan armada Amerika paling tinggi.
Pertanyaannya adalah berapa lama skema ini akan bertahan. Jika tanker terus-menerus mengubah rutenya, ini akan sangat menyulitkan logistik pengiriman. Menarik untuk melihat bagaimana situasi ini akan berkembang ke depannya.