Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru saja melihat data uptime NCC terbaru dan wow, situasi telekomunikasi Nigeria di Q1 cukup buruk. Lebih dari 577 gangguan jaringan tercatat di seluruh operator utama dalam tiga bulan—itu banyak panggilan yang terputus dan pengguna yang frustrasi.
MTN memimpin kekacauan dengan 234 insiden, dan BCN (penyedia layanan internet) mencapai 166. Kedua perusahaan ini saja menyumbang sekitar 70% dari semua masalah jaringan di Nigeria selama kuartal tersebut. Operator lain seperti T2mobile, Airtel, dan Layer3 juga mengalami gangguan signifikan. Rinciannya berdasarkan bulan menarik—Januari paling parah dengan 238 gangguan, lalu secara bertahap membaik menjadi 189 di Februari dan 150 di Maret.
Yang mencolok adalah bahwa 361 pemotongan serat optik adalah penyebab utama, diikuti oleh 144 gangguan listrik di stasiun dasar. Ada juga vandalisme, kerusakan peralatan, dan penyebab lain yang acak. Ini benar-benar menunjukkan betapa rapuhnya infrastruktur tersebut. Ketika digabungkan dengan fakta bahwa sebagian besar perbaikan memakan waktu kurang dari sehari, terlihat bahwa operator setidaknya responsif, tetapi akar penyebab—terutama pemotongan serat dan masalah listrik—terus muncul kembali.
Komisi Komunikasi Nigeria telah mendorong operator untuk memberi kompensasi kepada pelanggan saat kualitas layanan menurun, yang merupakan tekanan yang baik. Sementara itu, lembaga keamanan sedang menindak vandalisme infrastruktur. Namun, jika Nigeria ingin layanan jaringan yang andal, masalah jaringan telekomunikasi di Nigeria ini membutuhkan perbaikan struktural yang lebih mendalam, bukan hanya perbaikan cepat. Angka-angka ini menunjukkan bahwa industri ini masih harus bekerja keras.