Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini melihat komunitas kripto kembali membahas masalah kekayaan bersih Gensler, topik ini memang layak untuk didalami lebih jauh.
Gary Gensler sebagai ketua SEC, diperkirakan memiliki kekayaan pribadi antara 41 juta hingga 119 juta dolar AS. Angka ini sendiri tidak aneh, mengingat dia sebelumnya bekerja di Goldman Sachs selama hampir 20 tahun, pernah menjabat sebagai ketua CFTC, dan mengajar di MIT, semua posisi dengan gaji tinggi. Tapi yang menarik adalah, sejak dia menjabat, skala denda SEC menunjukkan perubahan yang cukup mencolok.
Saya memperhatikan sebuah fenomena menarik. Pada tahun 2021, total denda SEC sekitar 700 juta dolar, turun menjadi sekitar 300 juta dolar pada tahun 2022, tetapi pada tahun 2023 meskipun total denda turun menjadi 150 juta dolar, tindakan penegakan hukum justru meningkat menjadi 30 kasus. Hingga tahun 2024, situasinya berbalik drastis, total denda melonjak menjadi 4,68 miliar dolar. Fluktuasi ini memang memicu banyak diskusi.
Di komunitas kripto, ada yang mulai meragukan apakah sikap ketat Gensler dalam pengawasan berkaitan dengan angka denda ini. Secara logika, gaji ketua SEC dan pendapatan dari denda SEC memang dua hal yang berbeda, tetapi pertumbuhan kekayaan bersih Gensler dan peningkatan skala denda selama masa jabatannya memang menciptakan tekanan opini publik.
Pendukung berpendapat bahwa pendekatannya meningkatkan integritas pasar dan melindungi investor, terutama di bidang kripto. Tapi para kritikus khawatir bahwa penegakan hukum yang berlebihan bisa mematikan inovasi dan membuat perusahaan kripto terjebak dalam kesulitan regulasi. Gensler selalu menegaskan bahwa banyak aset digital harus diperlakukan sebagai sekuritas dan harus mematuhi regulasi yang ada. Pendapat ini tidak salah, tetapi cara pelaksanaannya memang menimbulkan banyak kontroversi.
Dari pengaruh pasar, denda besar ini memang memberi tekanan pada pasar kripto. Beberapa bursa dan proyek utama terlibat dalam kasus ini. Tapi pertanyaannya, apakah pengawasan seperti ini benar-benar melindungi investor ritel, atau justru menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi industri kripto? Perdebatan ini kemungkinan akan terus berlangsung lama. Hubungan antara kekayaan bersih Gensler dan kebijakan penegakan hukum SEC pasti akan terus menjadi topik hangat di komunitas kripto.