Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
CEO Robinhood Soroti Standar Ganda Dunia Keuangan di Era Ledakan AI
CEO Robinhood, Vlad Tenev, menilai bahwa ledakan teknologi AI saat ini justru mengungkap adanya standar ganda dalam dunia keuangan.
Menurut Tenev, perusahaan swasta sangat terbuka terhadap meningkatnya permintaan dari publik, namun jauh lebih tertutup ketika berbicara soal kepemilikan.
Ia menyebut bahwa banyak perusahaan menikmati manfaat dari “democratized demand”, di mana produk mereka digunakan secara luas oleh masyarakat.
Namun di sisi lain, akses untuk memiliki saham atau bagian dari perusahaan tersebut tetap terbatas pada investor tertentu.
Pernyataan ini menyoroti ketimpangan dalam sistem keuangan, terutama terkait akses antara investor ritel dan institusi.
Dalam konteks AI, fenomena ini semakin terlihat karena banyak perusahaan teknologi besar mendapatkan valuasi tinggi dari adopsi publik, tanpa memberikan akses kepemilikan yang setara.
Tenev secara tidak langsung mendorong perubahan menuju sistem yang lebih inklusif, di mana kepemilikan dapat lebih terbuka bagi masyarakat luas.
Isu ini juga berkaitan dengan tren tokenisasi dan digitalisasi aset, yang berpotensi membuka akses kepemilikan secara lebih luas di masa depan.
Pernyataan ini memperkuat diskusi bahwa inovasi teknologi seharusnya tidak hanya memperluas penggunaan, tetapi juga distribusi nilai.