Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru saja melihat sebuah perkembangan yang cukup layak diperhatikan terkait situasi di Timur Tengah. Pada awal Februari, menteri luar negeri dari negara-negara Timur Tengah seperti Qatar, Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab, bersama dengan Indonesia dan Pakistan dari Asia, serta Turki dan Arab Saudi, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras tindakan Israel yang terus melanggar kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Dilaporkan bahwa pelanggaran-pelanggaran ini baru-baru ini telah menyebabkan lebih dari seribu warga Palestina terluka dan meninggal dunia, angka yang benar-benar mencengangkan. Menteri luar negeri dari negara-negara ini menegaskan bahwa tindakan Israel ini tidak hanya mengancam stabilitas regional, tetapi juga dapat memperburuk ketegangan di kawasan yang sudah tegang, serta secara langsung mengancam proses perdamaian yang sedang berlangsung.
Yang menarik, pernyataan bersama ini secara khusus menyoroti satu masalah: pelanggaran berkelanjutan oleh Israel sebenarnya menghambat upaya transisi Gaza menuju tahap yang lebih stabil. Para menteri luar negeri dari kedelapan negara menekankan satu poin inti, yaitu perlunya memperkuat kerja sama untuk mendorong tahap kedua dari rencana perdamaian Gaza.
Dari Asia hingga Timur Tengah, banyak negara yang bersuara secara bersamaan menunjukkan tingkat perhatian mereka terhadap situasi ini sangat tinggi. Rasanya, perubahan geopolitik semacam ini memang layak untuk terus diamati.