Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru-baru ini ada insiden menarik di Selat Hormuz yang patut kita perhatikan. Sebuah kapal tanker berbendera Amerika, Stena Imperative, mendapat perhatian khusus dari enam kapal guard Iran pada awal Februari lalu.
Jadi ceritanya begini, kapal tanker tersebut sedang melintasi perairan yang cukup strategis ketika tiba-tiba dihadang oleh armada Iran. Menurut laporan yang beredar, pihak Iran melalui komunikasi radio menginstruksikan kapten untuk mematikan mesin dan bersiap diperiksa. Mereka mengklaim bahwa kapal ini memasuki perairan teritorial Iran tanpa izin.
Namun yang menarik adalah reaksi kapten kapal tanker itu. Daripada menurut, dia malah mempercepat dan mempertahankan rute pelayarannya. Keputusan berani itu akhirnya berhasil karena kapal tanker Stena Imperative berhasil lolos dengan pengawalan dari kapal perang Amerika.
Insiden ini menunjukkan betapa sensitifnya situasi di Selat Hormuz. Kapal tanker yang melintas di sana harus sangat hati-hati dengan setiap gerak-gerik. Stena Imperative pada akhirnya tiba dengan aman di pelabuhan Sitra, Bahrain seperti yang direncanakan.
Kejadian ini jadi reminder bahwa geopolitik masih memainkan peran besar dalam keamanan maritim global. Apalagi dengan banyaknya kapal tanker yang melewati rute tersebut setiap harinya, potensi konflik tetap ada.