Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jadi baru-baru ini saya perhatiin ada yang menarik tentang Bitcoin dan cara bertahan hidupnya di pasar yang semakin terintegrasi dengan ekuitas. Meskipun Bitcoin semakin bergerak seirama dengan saham teknologi, data menunjukkan ada lebih banyak yang terjadi di balik layar.
Greg Cipolaro dari NYDIG meneliti hal ini lebih dalam. Korelasi Bitcoin dengan S&P 500 dan Nasdaq memang meningkat ke level sekitar 0,5 dalam beberapa bulan terakhir. Angka itu membuat beberapa orang berpikir Bitcoin sekarang hanya proxy saham teknologi. Tapi di sini letak menariknya—saham hanya menjelaskan sekitar 25% dari pergerakan harga Bitcoin. Tiga perempat sisanya? Itu murni kekuatan unik di pasar kripto.
Pergerakan itu berasal dari aliran modal ke dana Bitcoin, posisi derivatif, adopsi jaringan, dan dinamika regulasi. Jadi ketika Bitcoin dan saham pertumbuhan bergerak bersama, itu lebih mencerminkan kondisi likuiditas global daripada konvergensi struktural antar kelas aset. Ini penting karena berarti Bitcoin tetap berfungsi sebagai diversifikator portofolio yang layak.
Namun ada pergeseran debat yang lebih dalam di komunitas. Dulu orang bertanya apakah Bitcoin bisa bertahan. Sekarang pertanyaannya berubah—bisa Bitcoin jadi aset cadangan bagi bank sentral? Chamath Palihapitiya, yang dulu menyebut Bitcoin "Emas 2.0" di 2013, sekarang mempertanyakan apakah aset ini sesuai kebutuhan neraca fiskal negara. Ray Dalio juga mengangkat kekhawatiran soal volatilitas dan risiko regulasi.
Cipolaro mengatakan kritik ini mencerminkan ekspektasi yang berubah seiring Bitcoin berevolusi dari aset ritel menjadi aset institusional. Tapi di sini dia melihat hal yang berbeda—pertumbuhan jangka panjang Bitcoin tidak benar-benar tergantung pada adopsi bank sentral. Jaringan telah berkembang organik dari pengguna individu ke family office, manajer aset, dan ETF. Itu jalur yang berbeda dari inovasi keuangan masa lalu yang biasanya dimulai dari modal institusional.
Jadi nilai Bitcoin sebenarnya berasal dari jaringan yang terdistribusi global, netralitas politiknya, dan kemampuannya memfasilitasi transfer nilai yang resisten sensor. Itu cara bertahan hidup Bitcoin yang sesungguhnya—bukan bergantung pada validasi institusional, tapi pada fundamentalnya yang solid. Harga Bitcoin saat ini di $73.87K menunjukkan pasar masih melihat nilai dalam narasi ini, meski volatilitas tetap ada. Semakin banyak orang memahami perbedaan antara korelasi sementara dan nilai fundamental, semakin jelas peran Bitcoin dalam portofolio jangka panjang.