Ini Penyebab Pembiayaan Emas Bank Syariah Tumbuh Pesat di Awal Tahun Ini



Sejumlah bank syariah mencatat pertumbuhan pesat dari layanan pembiayaan emas di awal tahun ini.

PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) misalnya mencatat telah menyalurkan pembiayaan emas sebesar Rp 791 miliar atau tumbuh 253% secara tahunan (yoy) pada Februari 2026.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga mencatatkan kenaikan nasabah pembiayaan emas hingga 400% (yoy) di Februari 2026.

Begitu pula PT Bank Muamalat Tbk (Bank Muamalat) yang menyebut adanya akselerasi pertumbuhan pembiayaan emas.

Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Hayunaji mengatakan, pertumbuhan signifikan terjadi di semua aspek, mulai dari outstanding pembiayaan, penyaluran booking, maupun jumlah nasabah. Hanya saja, Hayunaji tidak merinci angka pasti.

"Penetrasi pembiayaan emas di Indonesia masih relatif kecil, sehingga ruang pertumbuhannya masih sangat besar. Kami optimistis pembiayaan emas akan tetap tumbuh agresif sepanjang 2026," kata Hayunaji saat dihubungi, Sabtu (4/4/2026).

DirekturKomite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)Sutan Emir Hidayat mengatakan, pertumbuhan pesat dari pembiayaan emas di awal tahun ini disebabkan oleh sejumlah faktor.

Pertama dari sisi syariah, Emir mencermati fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang secara resmi membolehkan aktivitas jual-beli emas secara tidak tunai dengan akad yang tepat melalui bank emas secara syariah.

Fatwa tersebut baru saja dikeluarkan pada Februari 2026 lalu. Fatwa ini telah memberikan kepastian hukum yang kuat bagi bank penyedia layanan emas serta bagi nasabah yang tertarik.

"Ini penting karena banyak nasabah muslim sebelumbya masih ragu apakah cicil emas atau pembiyaan emas itu benar-benar sesuai syariah. Begitu keraguan itu terjawab, permintaan yang tadinya tertahan menjadi terealisasi," kata Emit saat dihubungi pada Kamis (2/4/2026).

Di lain sisi, Emir juga menyebut ekosistem bullion bank yang semakin matang di Indonesia ikut mendorong pertumbuhan pembiayaan emas. Bullion bank, seperti BSI, beroperasi dengan basis underlying emas fisik sehingga meningkatkan kepercayaan nasabah.

Faktor global juga ikut mendorong pertumbuhan pembiayaan emas. Emir bilang, ketidakpastian ekonomi dunia, tensi geopolitik, serta tren kenaikan harga emas ke level rekor baru membuat emas semakin kuat dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang aman.

"Sejak dulu, emas diposisikan sebagai tabungan keluarga, mahar, dan cadangan ketika ada kebutuhan mendesak," ujar Emir.

Emir bilang, informasi mengenai harga emas dunia itu relatif sangat cepat tersebar hingga ke level rumah tangga bila dibandingkan dengan instrumen investasi lain. Kemudahan akses informasi dan layanan inilah yang semakin mendekatkan emas dengan masyarakat.

Ia pun memperkirakan, pembiayaan emas di bank syariah masih dapat bertumbuh. Emas tetap dipandang mampu melindungi daya beli dan kekayaan jangka panjang.

"Saya melihat minat nasabah terhadap emas dan pembiyaan emas masih berpotensi tumbuh cukup kuat, meskipun mungkin dengan laju yang lebih moderat seiring basis nasabah yang semakin luas," kata Emir.

#$XAUUSD
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan