Baru-baru ini ada teman yang bertanya tentang Web3, apa itu dompet Web3 dan kenapa selalu didengar tapi belum paham. Sebenarnya tidak rumit – cukup memahami perkembangan dari Web1 ke Web2 lalu ke Web3 maka kamu akan menguasai semuanya.



Dulu sekitar 30 tahun yang lalu, Internet hanyalah seperti TV yang bisa kamu ketikkan teks – bisa membaca tapi tidak bisa berkomentar, tidak bisa memposting apa-apa. Website saat itu mirip seperti koran, konten satu arah, tidak ada interaksi. Itulah Web1.

Kemudian mulai tahun 2005, media sosial mulai meledak. Facebook, TikTok, YouTube muncul – sekarang kamu tidak hanya membaca tapi juga menulis, berbagi, siaran langsung. Semua orang bisa membuat konten. Tapi ini adalah poin kunci dari Web2 – data kamu bukan milikmu. Itu milik platform. Mereka bisa menutup akun, menghapus posting, menjual data kamu kapan saja. Dengan kata lain, kamu membangun rumah di tanah milik orang lain.

Web3 berbeda sama sekali. Itu berbasis blockchain – terdesentralisasi. Kamu memiliki data dan asetmu sendiri. Bisa memiliki token, NFT, login dengan dompet kripto, bermain game dan mendapatkan aset digital, bahkan bergabung dengan DAO untuk membangun sebuah proyek bersama. Kali ini, kamu membangun rumah di tanah milikmu sendiri.

Singkatnya – Web1 hanya membaca, Web2 membaca dan menulis, sedangkan Web3 membaca, menulis, dan memiliki. Setiap hari aku berbagi sedikit pengetahuan sederhana seperti ini agar teman-teman perlahan terbiasa, tidak merasa kewalahan. Memahami perbedaan antara Web2 dan Web3 adalah langkah awal untuk masuk ke dunia crypto dengan percaya diri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan