Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
2Wai menghadapi badai kritik: Teknologi merekonstruksi orang yang telah meninggal benar-benar adalah sesat jalan?
Aplikasi iOS baru dari 2Wai telah memicu perdebatan hangat di komunitas teknologi dan sosial. Perusahaan ini mengumumkan versi beta pada 11 November 2025, tetapi alih-alih disambut baik, produk ini justru mendapat reaksi keras dari publik.
Aplikasi HoloAvatar dari 2Wai: Menciptakan kembali digital orang yang telah meninggal
Jika Anda pernah bermimpi bisa berbicara lagi dengan orang tercinta yang telah pergi, 2Wai tampaknya ingin mewujudkannya. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat HoloAvatar—salinan digital dari orang yang telah meninggal—berdasarkan video, rekaman suara, dan petunjuk teks. Teknologi ini dibangun di atas platform FedBrain milik 2Wai sendiri, sebuah sistem pemrosesan data lokal yang dirancang untuk melindungi informasi pribadi dan meningkatkan keamanan.
Untuk mempromosikan produk ini, 2Wai membuat sebuah video viral yang menampilkan aktor Calum Worthy. Video ini telah mencapai hampir 40 juta tayangan, menunjukkan tingkat perhatian (atau rasa ingin tahu) publik terhadap teknologi ini.
40 juta tayangan tetapi mendapat reaksi keras dari pengguna
Namun, ketenaran tidak selalu berarti diterima. Pengguna dengan cepat mengkritik, menyebut produk ini sebagai “menakutkan,” “tidak manusiawi,” dan bahkan “memanfaatkan kesedihan.” Komentar negatif ini mencerminkan kekhawatiran mendalam: Apakah teknologi ini benar-benar membantu manusia menyembuhkan luka hati, atau hanya sekadar menghindari menghadapi kehilangan?
Perdebatan ini tidak hanya menyentuh aspek etika. Para ahli hukum menunjukkan bahwa “robot kematian”—sebuah konsep baru dalam hukum—berada dalam kekosongan hukum yang sama sekali baru. Saat ini, tidak ada regulasi yang jelas mengenai persetujuan (Siapa yang berhak mengizinkan pembuatan salinan digital dari orang yang telah meninggal?) dan hak kepemilikan data (Siapa pemilik informasi ini?) yang masih belum pasti.
Produk serupa dan konteks industri
2Wai bukan satu-satunya perusahaan yang menjelajahi bidang ini. Platform seperti HereAfter AI dan Replika juga menawarkan layanan serupa, membuka pasar baru untuk “AI orang tercinta.” Yang menarik, pemogokan dalam industri hiburan pada Juli 2024—di mana aktor dan staf teknis menuntut perlindungan suara dan gambar mereka dari penggunaan AI tanpa izin—sebagian telah menyoroti kekhawatiran terkait dalam industri ini.
Ketika AI menyentuh emosi manusia: Pertanyaan yang belum terjawab
Kemunculan 2Wai dan produk serupa telah menimbulkan pertanyaan mendasar tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang etika, hukum, dan psikologi manusia. Meskipun 2Wai memiliki alasan yang sah dalam mengembangkan teknologi ini—untuk membantu manusia mengatasi kehilangan—industri global jelas belum siap menghadapi konsekuensinya. Pertanyaannya bukanlah apakah teknologi ini bisa ada, tetapi apakah seharusnya ada—dan jika iya, dalam kondisi hukum dan etika seperti apa.