Kemungkinan kejatuhan pasar saham AS meningkat menjadi 35%?Bitcoin bertahan di $67.000, tetapi aset berisiko mungkin menghadapi fluktuasi yang lebih besar

BTC2,16%
ETH3,4%
BNB2,72%
DOGE2,48%

Pada 9 Maret, di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global, harga Bitcoin tetap relatif stabil, tetapi para analis memperingatkan bahwa jika pasar saham AS mengalami koreksi besar, pasar kripto mungkin menghadapi tekanan penurunan baru. Saat ini, harga Bitcoin sekitar $67.378, naik sekitar 1,1% dalam 24 jam terakhir, dan hampir tidak berubah selama minggu ini.

Dalam aset kripto utama, Ethereum naik sekitar 2,3% menjadi $1.981, masih di bawah angka $2.000; BNB naik 1,4% menjadi $624; Dogecoin naik sekitar 1,8% menjadi $0,09; Solana berada di $83,69, sedikit naik tetapi tetap turun sekitar 1,5% dalam seminggu terakhir; XRP bertahan di sekitar $1,35, dengan penurunan sekitar 1% minggu ini.

Sementara itu, tekanan di pasar keuangan global meningkat secara signifikan. Kontrak berjangka indeks S&P 500 turun lebih dari 2% selama sesi perdagangan Asia, dan indeks VIX yang mengukur ketakutan pasar naik ke level tertinggi sejak ketidakstabilan tarif April. Pasar energi juga tegang, harga minyak internasional menembus $100, dan dolar AS mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam hampir satu tahun.

Strategis senior Ed Yardeni menaikkan probabilitas keruntuhan pasar saham AS dari 20% menjadi 35%, sekaligus menurunkan kemungkinan pasar saham mengalami kenaikan besar menjadi hanya 5%. Dia menyatakan bahwa jika guncangan harga minyak berlanjut, ekonomi AS akan menghadapi tantangan ganda berupa inflasi yang meningkat dan tekanan pada lapangan kerja, yang akan memperumit kebijakan Federal Reserve.

Data sejarah menunjukkan bahwa dalam suasana perlindungan ekstrem, investor biasanya menarik diri dari aset bergejolak tinggi dan beralih ke kas, dolar, dan obligasi pemerintah. Meskipun Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital”, dalam berbagai guncangan pasar sejak 2020, pergerakannya sering sejalan dengan pasar saham.

Kepala Penelitian NYDIG Greg Cipolaro menyatakan dalam laporannya bahwa kinerja sinkron Bitcoin dengan saham teknologi AS baru-baru ini terutama disebabkan oleh lingkungan likuiditas makroekonomi, bukan hubungan struktural. Data statistik menunjukkan sekitar 25% dari volatilitas harga Bitcoin dapat dijelaskan oleh pergerakan pasar saham, sementara 75% sisanya dipengaruhi oleh faktor pasar kripto sendiri, termasuk adopsi jaringan, perkembangan regulasi, dan arus dana.

Saat ini, kondisi pasar saham global masih tidak optimis. Indeks saham global MSCI turun 3,7% minggu lalu, dengan penurunan terbesar di pasar Asia. Pasar saham Korea mengalami penurunan dua hari secara historis dan belum sepenuhnya pulih, dan hedge fund meningkatkan posisi short ETF saham AS. Dengan meningkatnya hasil obligasi pemerintah AS jangka 10 tahun, kekhawatiran terhadap dampak harga minyak terhadap inflasi semakin meningkat.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar