Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Penambangan Bitcoin di China: Penutupan sebenarnya atau hanya drama pasar?
Pada Desember 2025, sebuah laporan tentang langkah-langkah Penambangan Bitcoin di China menarik perhatian besar. Pasar kripto langsung bereaksi dengan ketidakpastian, saat hashrate BTC turun sekitar 8%. Namun, analisis data yang lebih mendalam menunjukkan gambaran yang lebih kompleks: Apakah ini benar-benar awal dari penutupan besar-besaran penambangan atau sekadar riak pasar biasa? Jawabannya mungkin mengejutkan.
Kisah ini dimulai saat analis Jack Jianping Kong mengklaim di X bahwa penambangan Bitcoin di Xinjiang mengalami tekanan. Dua hari kemudian, dia menyatakan bahwa setidaknya 400.000 penambang telah dimatikan. Cerita ini menyebar cepat, terutama saat hashrate benar-benar menurun. Banyak pelaku pasar langsung mengaitkannya dengan peristiwa sebelumnya—seperti pengumuman tarif Donald Trump pada Oktober yang memicu gelombang likuidasi sebesar 19 miliar dolar. Dalam pasar yang tegang, bahkan guncangan kecil bisa memicu kepanikan besar.
Dari mana sebenarnya penurunan hashrate berasal?
Namun, sebelum menerima cerita ini sebagai bukti penutupan besar-besaran penambangan Bitcoin di China, ada baiknya melihat data sebenarnya. Pertanyaan pentingnya: Apakah penurunan ini benar-benar berasal dari Xinjiang, atau ada alasan lain?
Di sinilah menarik. Menurut data dari Miningpoolstats.stream, sebagian besar penurunan hashrate tidak berasal dari sumber China, melainkan dari Amerika Utara. Pool penambangan Foundry USA bersama pool terkait kehilangan sekitar 200 EH/s—lebih dari dua kali lipat kerugian gabungan dari pool China seperti Antpool dan F2Pool, yang kehilangan sekitar 100 EH/s.
Perbedaan ini sangat penting: Sebagian besar gangguan penambangan berasal dari operasi di Amerika, bukan dari China. Ini berarti narasi awal tentang krisis penambangan Bitcoin besar-besaran di China sangat berlebihan.
Pemulihan cepat mengubah penilaian
Satu detail lain yang sering terabaikan: Sebagian besar pool penambangan sudah kembali ke tingkat hampir normal sebelum 18 Desember. Ini menunjukkan bahwa gangguan tersebut bukanlah penutupan sistematis dan permanen, melainkan gangguan sementara.
Beberapa penambang di China mungkin saja mematikan perangkat mereka sebentar untuk menghindari inspeksi—langkah taktis yang sangat biasa dan tidak menunjukkan langkah besar-besaran. Kembalinya ke kondisi normal dengan cepat menunjukkan bahwa guncangan itu nyata, tetapi dampaknya terbatas.
Apa arti semua ini bagi penambangan Bitcoin sebenarnya?
Singkatnya: Hashrate memang turun secara terukur, tetapi data menunjukkan bahwa ini lebih kepada gangguan jangka pendek daripada ancaman mendasar. Penurunan tersebut cepat diperbaiki, dan sebagian besar pool segera pulih. Ini menegaskan kembali pentingnya tidak langsung percaya laporan sepihak, melainkan menganalisis data yang tersedia terlebih dahulu.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga: Dalam pasar yang volatil, sekelompok posting media sosial bisa memicu gelombang besar. Tapi, jika diperhatikan lebih dekat, seringkali itu hanyalah reaksi berlebihan. Bagi investor Bitcoin dan penggemar penambangan yang serius, pesan utamanya tetap sama—selalu periksa fakta terlebih dahulu sebelum panik.