Pertempuran yang Meningkat di Wilayah Kordofan Sudan Membuat Khawatir PBB dan Pihak Kemanusiaan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(PENAFN- IANS) Perserikatan Bangsa-Bangsa, 6 Maret (IANS) Pertempuran yang semakin intensif di wilayah Kordofan, Sudan, telah menewaskan dan melukai warga sipil, menghancurkan rumah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil lainnya, kata para pekerja kemanusiaan PBB.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan bahwa peningkatan kekerasan ini juga menghambat kemampuan pekerja bantuan untuk menjangkau warga sipil yang membutuhkan bantuan.

Kantor tersebut menyebutkan bahwa di Kordofan Selatan, bentrokan antara Pasukan Dukungan Cepat dan Tentara Sudan telah meningkat selama seminggu terakhir, dengan organisasi kemanusiaan lokal melaporkan gangguan di jalur utama menuju kota Dilling.

“Mitigasi kemanusiaan juga melaporkan bahwa minggu ini sebuah serangan drone menimpa Rumah Sakit Umum Dilling, menewaskan setidaknya empat pasien dan melukai beberapa warga sipil,” kata OCHA.

Kantor tersebut menyatakan bahwa kekerasan juga meningkat di kota Kadugli, yang menyebabkan lingkungan keamanan yang sangat tidak stabil bagi komunitas dan petugas kemanusiaan.

Serangan di Kordofan Utara, termasuk di jalan antara kota Kosti dan El Obeid, menimbulkan kekhawatiran serius bagi rantai pasokan kemanusiaan dan komersial. OCHA melaporkan bahwa kota El Obeid telah mengalami serangan drone berkelanjutan selama lima hari terakhir, dengan serangan dilaporkan terhadap rumah sakit dan situs pemerintah, menurut kantor berita Xinhua.

“OCHA sekali lagi menyerukan agar pihak-pihak mematuhi kewajiban mereka di bawah Hukum Humaniter Internasional (IHL), termasuk perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, serta memfasilitasi akses kemanusiaan,” kata kantor tersebut.

Pada 24 Februari lalu, Dewan Keamanan PBB menyatakan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang terus berlangsung di seluruh Sudan, termasuk di negara bagian Kordofan dan Darfur, dan menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk segera menghentikan pertempuran.

Dalam sebuah pernyataan pers, anggota Dewan Keamanan secara tegas mengutuk laporan serangan drone berulang terhadap warga sipil, infrastruktur sipil, personel kemanusiaan, serta properti dan aset, termasuk beberapa serangan yang mempengaruhi Program Pangan Dunia sejak awal Februari 2026.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan