Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
ICC akan memulai penyelidikan terhadap tuduhan terhadap Rodrigo Duterte
Pengadilan Kriminal Internasional menjadwalkan sidang penting pada hari Senin, yang bertujuan untuk menilai kemungkinan melanjutkan proses penuh terhadap tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Acara ini mendapatkan liputan luas media, termasuk materi analisis yang dipublikasikan oleh Bloomberg di jaringan X, menyoroti pentingnya internasional dari proses pengadilan ini.
Latar Belakang Tuduhan terhadap Duterte
Akar dari penuntutan terhadap Rodrigo Duterte berasal dari kebijakan kontroversialnya dalam memerangi narkoba selama masa jabatannya sebagai presiden. Operasi besar-besaran ini menuai kritik keras dari komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia, yang menunjukkan adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat pemerintah. Ribuan kasus terkait kampanye anti-narkoba ini menjadi fokus analisis mendalam oleh ICC.
Proses Persidangan dan Dasar Hukum
Prosedur yang diikuti oleh Pengadilan Kriminal Internasional melibatkan studi awal terhadap materi untuk menentukan kecukupan bukti. Pada sidang mendatang, akan diperiksa bukti apakah tindakan Rodrigo Duterte memenuhi unsur kejahatan yang menjadi yurisdiksi pengadilan. Sidang ini merupakan tahap krusial dalam proses penyelidikan, yang menentukan apakah tuduhan akan dilanjutkan ke pengadilan atau ditolak.
Dampak Global terhadap Peradilan Internasional
Hasil dari kasus ini memiliki konsekuensi jangka panjang bagi sistem peradilan internasional dan prinsip akuntabilitas kepala negara. Keputusan ICC akan diawasi secara ketat oleh negara-negara peserta Statuta Roma, karena akan menetapkan preseden untuk penanganan tuduhan serupa terhadap pemimpin lain. Kemungkinan menuntut pejabat tinggi menunjukkan penguatan mekanisme akuntabilitas internasional dan menegaskan bahwa bahkan mantan presiden pun dapat diawasi secara hukum di tingkat internasional.