Memahami hubungan antar gender memiliki dua kesalahan umum:
1. Menggunakan sistem wacana feminisme Kesetaraan gender ada di tingkat sosial, tetapi tidak ada dalam hubungan intim. Laki-laki dan perempuan, 1 dan 0, t dan p, sepenuhnya memiliki hak dan kewajiban yang tidak setara karena kebutuhan yang berbeda. Satu jenis hasrat adalah keinginan untuk menghancurkan, menaklukkan, dan menciptakan, sedangkan jenis hasrat lainnya adalah keinginan untuk menghancurkan diri, tunduk, dan memuja. Bagaimana kedua keinginan ini bisa setara? Kesetaraan berarti kehilangan ketegangan. 2. Menggunakan sistem wacana pra-modern Katolik dan Konfusianisme mencoba membangun sistem tanggung jawab pemeliharaan berbasis pernikahan, untuk menjaga struktur sosial yang stabil dengan keluarga sebagai inti. Wacana pra-modern ini masih memiliki pengaruh yang cukup besar hingga saat ini, tetapi sudah tidak cocok lagi dengan kehidupan masyarakat modern bahkan pasca-modern. Pandangan tanggung jawab yang berlebihan adalah penekanan potensial terhadap sifat kebebasan, dan ketika struktur sosial tidak sesuai, justru dapat menyebabkan guncangan mental yang lebih ekstrem: semakin ditekan, orang juga suka mencari pelampiasan seperti prostitusi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami hubungan antar gender memiliki dua kesalahan umum:
1. Menggunakan sistem wacana feminisme
Kesetaraan gender ada di tingkat sosial, tetapi tidak ada dalam hubungan intim.
Laki-laki dan perempuan, 1 dan 0, t dan p, sepenuhnya memiliki hak dan kewajiban yang tidak setara karena kebutuhan yang berbeda.
Satu jenis hasrat adalah keinginan untuk menghancurkan, menaklukkan, dan menciptakan, sedangkan jenis hasrat lainnya adalah keinginan untuk menghancurkan diri, tunduk, dan memuja. Bagaimana kedua keinginan ini bisa setara? Kesetaraan berarti kehilangan ketegangan.
2. Menggunakan sistem wacana pra-modern
Katolik dan Konfusianisme mencoba membangun sistem tanggung jawab pemeliharaan berbasis pernikahan, untuk menjaga struktur sosial yang stabil dengan keluarga sebagai inti.
Wacana pra-modern ini masih memiliki pengaruh yang cukup besar hingga saat ini, tetapi sudah tidak cocok lagi dengan kehidupan masyarakat modern bahkan pasca-modern.
Pandangan tanggung jawab yang berlebihan adalah penekanan potensial terhadap sifat kebebasan, dan ketika struktur sosial tidak sesuai, justru dapat menyebabkan guncangan mental yang lebih ekstrem: semakin ditekan, orang juga suka mencari pelampiasan seperti prostitusi.