Ketegangan politik di Amerika Serikat berpotensi mempengaruhi waktu pengumuman data ekonomi. Laporan non-pertanian yang dinantikan pada hari Jumat berisiko tertunda seiring dengan perpanjangan penutupan sebagian pemerintah. Penundaan indikator ekonomi ini berarti penundaan pengumuman indikator penting yang mengukur kesehatan pasar tenaga kerja, yang menjadi kekhawatiran besar bagi pelaku pasar.
Dampak Penutupan Pemerintah terhadap Ekonomi, Jumlah Pekerja Non-Pertanian dalam Situasi Krisis
Penutupan parsial pemerintah yang dimulai sejak Sabtu diperkirakan akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Ketua DPR Johnson berusaha memproses RUU anggaran yang disetujui Senat, dengan target melakukan voting pertama di Komite Aturan pada hari Senin dan mendapatkan persetujuan akhir hingga Selasa, namun jalannya proses masih belum pasti. Jika penutupan berlanjut hingga akhir pekan ini, pengumuman jumlah pekerja non-pertanian yang dijadwalkan hari Jumat kemungkinan akan tertunda, dan hal ini dapat mengganggu awal musim pelaporan pajak.
Konflik Partai yang Sengit terkait Pendanaan Penegakan Imigrasi, RUU Anggaran Terjebak
Isu utama dalam RUU anggaran adalah konflik terkait alokasi dana untuk serangan terhadap imigran. Pemerintah telah mengalokasikan dana untuk sebagian besar lembaga federal hingga 30 September dan berencana melanjutkan pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri hingga 13 Februari. Namun, RUU ini mendapat penolakan dari kedua partai, terutama dalam negosiasi bipartisan mengenai kebijakan penegakan hukum dan langkah-langkah terkait imigrasi yang akan diambil.
Sikap Keras Kelompok Progresif Demokrat Membuat Solusi Sulit, Konflik tentang Syarat Kebijakan Imigrasi Meningkat
Kelompok progresif Demokrat menunjukkan sikap tegas, menolak mendukung perpanjangan dana jangka pendek untuk menghindari penutupan pemerintah kecuali Presiden Trump setuju untuk tidak memperkenalkan pembatasan imigrasi baru. Akibatnya, bahkan rencana perpanjangan dana darurat selama dua minggu untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri pun tampaknya tidak akan disetujui, memperdalam kebuntuan dalam negosiasi anggaran. Ketegangan politik yang berkepanjangan ini berpotensi menyebabkan penundaan pengumuman data ekonomi penting seperti jumlah pekerja non-pertanian pada hari Jumat, serta mempengaruhi pandangan investor terhadap prospek ekonomi dan pasar tenaga kerja.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Risiko penundaan data pekerjaan non-pertanian, konflik anggaran DPR AS mempengaruhi statistik ekonomi
Ketegangan politik di Amerika Serikat berpotensi mempengaruhi waktu pengumuman data ekonomi. Laporan non-pertanian yang dinantikan pada hari Jumat berisiko tertunda seiring dengan perpanjangan penutupan sebagian pemerintah. Penundaan indikator ekonomi ini berarti penundaan pengumuman indikator penting yang mengukur kesehatan pasar tenaga kerja, yang menjadi kekhawatiran besar bagi pelaku pasar.
Dampak Penutupan Pemerintah terhadap Ekonomi, Jumlah Pekerja Non-Pertanian dalam Situasi Krisis
Penutupan parsial pemerintah yang dimulai sejak Sabtu diperkirakan akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Ketua DPR Johnson berusaha memproses RUU anggaran yang disetujui Senat, dengan target melakukan voting pertama di Komite Aturan pada hari Senin dan mendapatkan persetujuan akhir hingga Selasa, namun jalannya proses masih belum pasti. Jika penutupan berlanjut hingga akhir pekan ini, pengumuman jumlah pekerja non-pertanian yang dijadwalkan hari Jumat kemungkinan akan tertunda, dan hal ini dapat mengganggu awal musim pelaporan pajak.
Konflik Partai yang Sengit terkait Pendanaan Penegakan Imigrasi, RUU Anggaran Terjebak
Isu utama dalam RUU anggaran adalah konflik terkait alokasi dana untuk serangan terhadap imigran. Pemerintah telah mengalokasikan dana untuk sebagian besar lembaga federal hingga 30 September dan berencana melanjutkan pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri hingga 13 Februari. Namun, RUU ini mendapat penolakan dari kedua partai, terutama dalam negosiasi bipartisan mengenai kebijakan penegakan hukum dan langkah-langkah terkait imigrasi yang akan diambil.
Sikap Keras Kelompok Progresif Demokrat Membuat Solusi Sulit, Konflik tentang Syarat Kebijakan Imigrasi Meningkat
Kelompok progresif Demokrat menunjukkan sikap tegas, menolak mendukung perpanjangan dana jangka pendek untuk menghindari penutupan pemerintah kecuali Presiden Trump setuju untuk tidak memperkenalkan pembatasan imigrasi baru. Akibatnya, bahkan rencana perpanjangan dana darurat selama dua minggu untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri pun tampaknya tidak akan disetujui, memperdalam kebuntuan dalam negosiasi anggaran. Ketegangan politik yang berkepanjangan ini berpotensi menyebabkan penundaan pengumuman data ekonomi penting seperti jumlah pekerja non-pertanian pada hari Jumat, serta mempengaruhi pandangan investor terhadap prospek ekonomi dan pasar tenaga kerja.