Ketika Anda pertama kali memulai trading opsi, terminologi bisa terasa membingungkan. Istilah seperti strangle, straddle, dan vertical options sering muncul dalam diskusi strategi, namun banyak trader tetap tidak jelas tentang perbedaan praktis di antara mereka. Panduan ini menjelaskan tiga strategi inti ini dan membantu Anda menentukan mana yang paling sesuai dengan toleransi risiko dan pandangan pasar Anda. Kuncinya adalah memahami bahwa perbedaan antara strangle vs straddle merupakan pilihan mendasar dalam bagaimana Anda memposisikan diri terhadap pergerakan pasar, dan memahami hal ini dengan benar dapat secara signifikan mempengaruhi profitabilitas Anda.
Perbedaan Inti Antara Straddle dan Strangle
Kedua strategi, straddles dan strangles, melibatkan pembelian call option dan put option secara bersamaan pada sekuritas dasar yang sama dengan tanggal kedaluwarsa yang sama. Namun, pelaksanaan mereka berbeda dalam satu hal penting: posisi.
Straddle berarti membeli kedua opsi pada harga strike yang sama. Pendekatan ini ideal ketika Anda mengantisipasi pergerakan harga yang signifikan ke salah satu arah tetapi tetap tidak yakin ke arah mana pasar akan berayun. Struktur ini menciptakan profil risiko simetris—Anda mendapatkan keuntungan sama besar baik saham melonjak ke atas maupun jatuh ke bawah. Simetri ini datang dengan tradeoff: Anda membayar lebih di awal karena membeli opsi at-the-money dengan premi yang lebih tinggi.
Strangle mengikuti jalur yang berbeda. Alih-alih menggunakan harga strike yang sama, Anda membeli put out-of-the-money dan call out-of-the-money pada harga strike yang berbeda. Ini berarti Anda membeli opsi dengan premi yang lebih murah. Tradeoff-nya lebih ketat: saham harus bergerak melewati kedua harga strike agar Anda dapat meraih keuntungan maksimal. Strangle membutuhkan pergerakan yang lebih besar untuk menjadi menguntungkan, tetapi biaya masuknya lebih rendah. Anggaplah straddle sebagai “bertaruh pada pergerakan besar dengan biaya langsung,” sementara strangle adalah “bertaruh pada pergerakan yang lebih besar dengan investasi awal yang lebih rendah.”
Saat memutuskan antara strangle vs straddle, pertimbangkan tingkat keyakinan Anda terhadap volatilitas. Keyakinan tinggi terhadap pergerakan besar? Strangle cocok. Ingin menangkap pergerakan apa pun yang berarti tanpa memandang besarnya? Straddle adalah pilihan Anda.
Mengapa Vertical Options Berbeda
Vertical options mengambil pendekatan yang sama sekali berbeda dibandingkan strategi dua langkah di atas. Alih-alih membeli call dan put, vertical options melibatkan mengambil posisi berlawanan dalam jenis opsi yang sama pada harga strike yang berbeda—baik dua call maupun dua put—dengan tanggal kedaluwarsa yang sama.
Ini menciptakan struktur “spread”. Sebuah vertical call spread, misalnya, berarti membeli call pada satu harga strike sambil secara bersamaan menjual call pada harga strike yang lebih tinggi. Call yang dijual menghasilkan pendapatan premi yang mengimbangi biaya call yang dibeli, sehingga mengurangi investasi bersih Anda secara signifikan. Demikian pula, vertical put spread bekerja dengan membeli perlindungan pada satu level harga sambil menjualnya di level lain.
Keunggulannya terletak pada risiko yang terdefinisi dan kebutuhan modal yang terbatas. Kerugian maksimum Anda sudah ditentukan—setara dengan premi bersih yang dibayarkan. Keuntungan maksimum juga terbatas—selisih antara harga strike dikurangi debit bersih yang dibayar. Prediktabilitas ini menarik bagi trader disiplin yang mengelola ukuran akun tertentu. Berbeda dengan straddles atau strangles di mana potensi keuntungan secara teori bisa tak terbatas, vertical options memberikan batas matematis yang jelas baik untuk kerugian maupun keuntungan.
Vertical options bersinar saat Anda memiliki bias arah. Anda tidak bertaruh pada pergerakan besar ke salah satu arah; Anda mengambil posisi yang dihitung bahwa harga akan tetap di atas, di bawah, atau di antara level tertentu sampai kedaluwarsa. Biaya yang lebih rendah dibandingkan membeli opsi secara langsung membuatnya lebih terjangkau bagi trader dengan anggaran terbatas.
Straddle Vs Strangle: Menilai Biaya dan Profil Risiko
Hubungan antara strangle vs straddle menjadi lebih jelas saat Anda membandingkan efisiensi biaya dan toleransi risiko.
Straddles membutuhkan premi awal yang lebih tinggi. Anda membeli opsi in-the-money atau at-the-money, yang memiliki harga yang lebih tinggi karena probabilitas berakhir in-the-money yang lebih besar. Namun, biaya premi ini memberi Anda titik impas yang lebih rendah. Saham tidak perlu bergerak sejauh dari harga strike untuk Anda mencapai profitabilitas. Straddles adalah pilihan saat ketersediaan modal bukan kendala dan Anda ingin menangkap pergerakan kecil dan cepat.
Strangles membalikkan keadaan. Biaya awal yang lebih rendah—Anda membeli opsi out-of-the-money yang lebih murah—tetapi titik impas yang lebih tinggi. Saham harus bergerak lebih jauh dari harga strike sebelum Anda mulai melihat keuntungan. Struktur ini menguntungkan trader yang melihat situasi dengan lonjakan implied volatility (IV) yang besar atau yang memiliki keyakinan kuat terhadap besarnya arah pergerakan.
Memahami implied volatility menjadi sangat penting di sini. Ketika IV tinggi, premi meningkat di semua opsi, membuat strangles relatif lebih menarik karena perbedaan harga antara opsi at-the-money dan out-of-the-money menyempit. Ketika IV rendah, opsi at-the-money diperdagangkan dengan harga murah relatif terhadap strike out-of-the-money, membuat straddles lebih menarik.
Aplikasi Strategis: Dari Laporan Pendapatan Hingga Laporan Pendapatan
Banyak trader menggunakan strategi ini secara khusus saat musim laporan pendapatan. Pengumuman pendapatan biasanya memicu ekspansi volatilitas, menciptakan peluang.
Jika Anda mengharapkan pendapatan menghasilkan pergerakan yang signifikan tetapi arah tidak pasti, straddle atau strangle memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari lonjakan volatilitas itu sendiri, terlepas dari arah pergerakan saham. Ekspansi implied volatility saja dapat menghasilkan keuntungan bahkan jika pergerakan harga aktual mengecewakan dibandingkan ekspektasi pasar.
Pendekatan vertical options terhadap pendapatan bekerja secara berbeda. Misalnya, Anda mengharapkan saham menurun setelah laporan pendapatan. Anda bisa menerapkan vertical put spread: membeli put pada satu harga strike dan menjual put pada harga strike yang lebih rendah. Ini biayanya lebih murah daripada membeli put secara langsung, membatasi kerugian maksimum, dan menghasilkan keuntungan jika saham turun tetapi tetap di atas strike yang lebih rendah. Vertical spreads selama laporan pendapatan membutuhkan kepercayaan arah dan perkiraan pergerakan yang realistis—namun membutuhkan komitmen modal yang jauh lebih kecil.
Pilihan strategi akhirnya bergantung pada tiga faktor: (1) seberapa besar Anda mengharapkan pergerakan saham, (2) seberapa yakin Anda terhadap arah, dan (3) modal yang tersedia. Arah tidak pasti + pergerakan besar yang diharapkan = strangle atau straddle. Arah yang yakin + modal terbatas = vertical options.
Membuat Pilihan Anda: Menyesuaikan Strategi dengan Identitas Trading
Memilih antara strangle vs straddle versus vertical options bukan tentang menemukan strategi “terbaik”—melainkan menemukan strategi Anda. Pilihan Anda harus mencerminkan pandangan pasar, modal risiko, dan tingkat kepercayaan Anda.
Trader yang nyaman dengan biaya awal yang lebih tinggi tetapi menginginkan titik impas yang lebih cepat cenderung memilih straddles. Mereka yang memperhatikan modal sambil tetap yakin terhadap pergerakan besar memilih strangles. Trader yang memiliki pandangan arah yang jelas dan modal terbatas bergantung pada vertical options karena risiko yang terdefinisi dan efisiensi modalnya.
Perhatikan lingkungan implied volatility. Ketika IV Rank tinggi, strategi menjual volatilitas (seperti menjual spread) menjadi lebih menarik karena Anda mendapatkan kompensasi yang baik untuk risiko yang diambil. Ketika IV Rank rendah, strategi membeli volatilitas (seperti straddles dan strangles) menjadi lebih menarik.
Langkah terpenting adalah melakukan paper trading untuk setiap pendekatan guna mengembangkan intuisi. Pengalaman langsung dengan strategi ini mengungkapkan bagaimana mereka berperilaku di bawah tekanan, seberapa cepat Greeks berubah, dan bagaimana eksekusi dunia nyata berbeda dari skenario buku teks. Setelah Anda benar-benar menguji posisi strangle vs straddle dalam trading Anda sendiri, pilihan terbaik untuk situasi Anda akan menjadi jelas—dan keunggulan Anda akan semakin tajam.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Strangle vs Straddle: Strategi Opsi Mana yang Cocok dengan Gaya Perdagangan Anda?
Ketika Anda pertama kali memulai trading opsi, terminologi bisa terasa membingungkan. Istilah seperti strangle, straddle, dan vertical options sering muncul dalam diskusi strategi, namun banyak trader tetap tidak jelas tentang perbedaan praktis di antara mereka. Panduan ini menjelaskan tiga strategi inti ini dan membantu Anda menentukan mana yang paling sesuai dengan toleransi risiko dan pandangan pasar Anda. Kuncinya adalah memahami bahwa perbedaan antara strangle vs straddle merupakan pilihan mendasar dalam bagaimana Anda memposisikan diri terhadap pergerakan pasar, dan memahami hal ini dengan benar dapat secara signifikan mempengaruhi profitabilitas Anda.
Perbedaan Inti Antara Straddle dan Strangle
Kedua strategi, straddles dan strangles, melibatkan pembelian call option dan put option secara bersamaan pada sekuritas dasar yang sama dengan tanggal kedaluwarsa yang sama. Namun, pelaksanaan mereka berbeda dalam satu hal penting: posisi.
Straddle berarti membeli kedua opsi pada harga strike yang sama. Pendekatan ini ideal ketika Anda mengantisipasi pergerakan harga yang signifikan ke salah satu arah tetapi tetap tidak yakin ke arah mana pasar akan berayun. Struktur ini menciptakan profil risiko simetris—Anda mendapatkan keuntungan sama besar baik saham melonjak ke atas maupun jatuh ke bawah. Simetri ini datang dengan tradeoff: Anda membayar lebih di awal karena membeli opsi at-the-money dengan premi yang lebih tinggi.
Strangle mengikuti jalur yang berbeda. Alih-alih menggunakan harga strike yang sama, Anda membeli put out-of-the-money dan call out-of-the-money pada harga strike yang berbeda. Ini berarti Anda membeli opsi dengan premi yang lebih murah. Tradeoff-nya lebih ketat: saham harus bergerak melewati kedua harga strike agar Anda dapat meraih keuntungan maksimal. Strangle membutuhkan pergerakan yang lebih besar untuk menjadi menguntungkan, tetapi biaya masuknya lebih rendah. Anggaplah straddle sebagai “bertaruh pada pergerakan besar dengan biaya langsung,” sementara strangle adalah “bertaruh pada pergerakan yang lebih besar dengan investasi awal yang lebih rendah.”
Saat memutuskan antara strangle vs straddle, pertimbangkan tingkat keyakinan Anda terhadap volatilitas. Keyakinan tinggi terhadap pergerakan besar? Strangle cocok. Ingin menangkap pergerakan apa pun yang berarti tanpa memandang besarnya? Straddle adalah pilihan Anda.
Mengapa Vertical Options Berbeda
Vertical options mengambil pendekatan yang sama sekali berbeda dibandingkan strategi dua langkah di atas. Alih-alih membeli call dan put, vertical options melibatkan mengambil posisi berlawanan dalam jenis opsi yang sama pada harga strike yang berbeda—baik dua call maupun dua put—dengan tanggal kedaluwarsa yang sama.
Ini menciptakan struktur “spread”. Sebuah vertical call spread, misalnya, berarti membeli call pada satu harga strike sambil secara bersamaan menjual call pada harga strike yang lebih tinggi. Call yang dijual menghasilkan pendapatan premi yang mengimbangi biaya call yang dibeli, sehingga mengurangi investasi bersih Anda secara signifikan. Demikian pula, vertical put spread bekerja dengan membeli perlindungan pada satu level harga sambil menjualnya di level lain.
Keunggulannya terletak pada risiko yang terdefinisi dan kebutuhan modal yang terbatas. Kerugian maksimum Anda sudah ditentukan—setara dengan premi bersih yang dibayarkan. Keuntungan maksimum juga terbatas—selisih antara harga strike dikurangi debit bersih yang dibayar. Prediktabilitas ini menarik bagi trader disiplin yang mengelola ukuran akun tertentu. Berbeda dengan straddles atau strangles di mana potensi keuntungan secara teori bisa tak terbatas, vertical options memberikan batas matematis yang jelas baik untuk kerugian maupun keuntungan.
Vertical options bersinar saat Anda memiliki bias arah. Anda tidak bertaruh pada pergerakan besar ke salah satu arah; Anda mengambil posisi yang dihitung bahwa harga akan tetap di atas, di bawah, atau di antara level tertentu sampai kedaluwarsa. Biaya yang lebih rendah dibandingkan membeli opsi secara langsung membuatnya lebih terjangkau bagi trader dengan anggaran terbatas.
Straddle Vs Strangle: Menilai Biaya dan Profil Risiko
Hubungan antara strangle vs straddle menjadi lebih jelas saat Anda membandingkan efisiensi biaya dan toleransi risiko.
Straddles membutuhkan premi awal yang lebih tinggi. Anda membeli opsi in-the-money atau at-the-money, yang memiliki harga yang lebih tinggi karena probabilitas berakhir in-the-money yang lebih besar. Namun, biaya premi ini memberi Anda titik impas yang lebih rendah. Saham tidak perlu bergerak sejauh dari harga strike untuk Anda mencapai profitabilitas. Straddles adalah pilihan saat ketersediaan modal bukan kendala dan Anda ingin menangkap pergerakan kecil dan cepat.
Strangles membalikkan keadaan. Biaya awal yang lebih rendah—Anda membeli opsi out-of-the-money yang lebih murah—tetapi titik impas yang lebih tinggi. Saham harus bergerak lebih jauh dari harga strike sebelum Anda mulai melihat keuntungan. Struktur ini menguntungkan trader yang melihat situasi dengan lonjakan implied volatility (IV) yang besar atau yang memiliki keyakinan kuat terhadap besarnya arah pergerakan.
Memahami implied volatility menjadi sangat penting di sini. Ketika IV tinggi, premi meningkat di semua opsi, membuat strangles relatif lebih menarik karena perbedaan harga antara opsi at-the-money dan out-of-the-money menyempit. Ketika IV rendah, opsi at-the-money diperdagangkan dengan harga murah relatif terhadap strike out-of-the-money, membuat straddles lebih menarik.
Aplikasi Strategis: Dari Laporan Pendapatan Hingga Laporan Pendapatan
Banyak trader menggunakan strategi ini secara khusus saat musim laporan pendapatan. Pengumuman pendapatan biasanya memicu ekspansi volatilitas, menciptakan peluang.
Jika Anda mengharapkan pendapatan menghasilkan pergerakan yang signifikan tetapi arah tidak pasti, straddle atau strangle memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari lonjakan volatilitas itu sendiri, terlepas dari arah pergerakan saham. Ekspansi implied volatility saja dapat menghasilkan keuntungan bahkan jika pergerakan harga aktual mengecewakan dibandingkan ekspektasi pasar.
Pendekatan vertical options terhadap pendapatan bekerja secara berbeda. Misalnya, Anda mengharapkan saham menurun setelah laporan pendapatan. Anda bisa menerapkan vertical put spread: membeli put pada satu harga strike dan menjual put pada harga strike yang lebih rendah. Ini biayanya lebih murah daripada membeli put secara langsung, membatasi kerugian maksimum, dan menghasilkan keuntungan jika saham turun tetapi tetap di atas strike yang lebih rendah. Vertical spreads selama laporan pendapatan membutuhkan kepercayaan arah dan perkiraan pergerakan yang realistis—namun membutuhkan komitmen modal yang jauh lebih kecil.
Pilihan strategi akhirnya bergantung pada tiga faktor: (1) seberapa besar Anda mengharapkan pergerakan saham, (2) seberapa yakin Anda terhadap arah, dan (3) modal yang tersedia. Arah tidak pasti + pergerakan besar yang diharapkan = strangle atau straddle. Arah yang yakin + modal terbatas = vertical options.
Membuat Pilihan Anda: Menyesuaikan Strategi dengan Identitas Trading
Memilih antara strangle vs straddle versus vertical options bukan tentang menemukan strategi “terbaik”—melainkan menemukan strategi Anda. Pilihan Anda harus mencerminkan pandangan pasar, modal risiko, dan tingkat kepercayaan Anda.
Trader yang nyaman dengan biaya awal yang lebih tinggi tetapi menginginkan titik impas yang lebih cepat cenderung memilih straddles. Mereka yang memperhatikan modal sambil tetap yakin terhadap pergerakan besar memilih strangles. Trader yang memiliki pandangan arah yang jelas dan modal terbatas bergantung pada vertical options karena risiko yang terdefinisi dan efisiensi modalnya.
Perhatikan lingkungan implied volatility. Ketika IV Rank tinggi, strategi menjual volatilitas (seperti menjual spread) menjadi lebih menarik karena Anda mendapatkan kompensasi yang baik untuk risiko yang diambil. Ketika IV Rank rendah, strategi membeli volatilitas (seperti straddles dan strangles) menjadi lebih menarik.
Langkah terpenting adalah melakukan paper trading untuk setiap pendekatan guna mengembangkan intuisi. Pengalaman langsung dengan strategi ini mengungkapkan bagaimana mereka berperilaku di bawah tekanan, seberapa cepat Greeks berubah, dan bagaimana eksekusi dunia nyata berbeda dari skenario buku teks. Setelah Anda benar-benar menguji posisi strangle vs straddle dalam trading Anda sendiri, pilihan terbaik untuk situasi Anda akan menjadi jelas—dan keunggulan Anda akan semakin tajam.