Emas Turun Setelah Menyentuh Puncak Rekor di Tengah Angin Ahmar Pasar

Emas spot kembali melemah dari level intraday tertingginya, turun ke $4.909,51 per ons setelah sempat menyentuh $4.967,48 di awal sesi. Penarikan ini mencerminkan tekanan pasar yang lebih luas, dengan kontrak berjangka emas AS tetap relatif stabil di $4.911,41. Meskipun mengalami penurunan modest, puncak tertinggi emas menegaskan daya tarik logam mulia ini yang terus berlanjut saat investor menavigasi berbagai ketidakpastian di pasar global.

Puncak Rekor Dihapus dalam Penurunan Cepat

Aksi perdagangan hari ini mengungkap ketegangan antara momentum kenaikan emas dan dinamika pengambilan keuntungan. Setelah menetapkan puncak baru di atas $4.950, pembeli berhenti sejenak, memungkinkan logam ini turun sekitar setengah persen dari level intraday tertinggi. Pola ini umum terjadi saat aset mencapai tonggak psikologis—minat awal yang kuat sering berganti menjadi posisi hati-hati saat trader menilai ulang faktor risiko dan mengunci keuntungan.

Ketegangan Geopolitik Dukung Permintaan Safe-Haven

Beberapa titik panas dalam hubungan internasional terus memperkuat kekuatan emas. Komentar Presiden AS Donald Trump mengenai pergerakan angkatan laut Amerika menuju Teluk menarik perhatian pasar, sementara perkembangan diplomatik di Eropa Timur memusatkan perhatian investor. Negosiasi perdamaian yang melibatkan perwakilan dari Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina dimulai di UEA, dengan diskusi berfokus pada wilayah Donbas yang diperebutkan Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandai bahwa pertanyaan territorial akan mendominasi agenda trilateral. Risiko geopolitik yang belum terselesaikan—dipadukan dengan ketidakpastian seputar arah kebijakan—menjaga minat investor terhadap emas sebagai jangkar stabilitas.

Pergerakan Dolar Membatasi Harga Emas

Sementara emas diperdagangkan mendekati level rekor, dolar AS menunjukkan sinyal yang beragam. Dolar AS sedikit menguat tetapi tetap dalam jalur untuk penurunan mingguan terbesar sejak Juni, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian di kalangan manajer aset Eropa Utara. Laporan menunjukkan bahwa investor institusional utama semakin mempertanyakan keamanan kepemilikan AS mengingat volatilitas geopolitik dan ketidakpastian pelaksanaan kebijakan. Pola relokasi modal ini—meskipun dolar menguat—menciptakan hambatan bagi harga emas, karena dolar yang lebih kuat biasanya mengurangi daya tarik logam ini bagi pembeli asing.

Goldman Sachs Targetkan $5.400 Hingga Akhir 2026

Memandang ke depan, institusi keuangan besar melihat adanya faktor pendukung struktural untuk harga emas. Goldman Sachs menaikkan target harga akhir 2026 menjadi $5.400 per ons, mengutip diversifikasi sektor swasta yang semakin cepat ke logam mulia sebagai respons terhadap kekhawatiran inflasi yang terus berlangsung dan ketidakpastian geopolitik yang tetap tinggi. Proyeksi ini menunjukkan bahwa level harga saat ini, meskipun baru-baru ini mengalami penurunan, mungkin merupakan fase konsolidasi daripada pembalikan. Dengan target bank tersebut yang mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 10% dari harga saat ini, penarikan dalam jangka pendek tampak sesuai dengan narasi bullish jangka panjang.

Pendapat dan pandangan yang disampaikan di sini merupakan analisis berdasarkan data pasar yang tersedia dan tidak harus mencerminkan posisi resmi dari organisasi manapun.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)