Belanda Pertimbangkan Pajak atas Keuntungan Belum Realisasi di Tengah Kekhawatiran Pelarian Modal



Belanda sedang mempertimbangkan kebijakan pajak baru yang akan memberlakukan pungutan atas keuntungan modal belum realisasi di berbagai investasi, termasuk saham, obligasi, dan mata uang kripto.

Sebagian besar anggota parlemen Belanda siap mendukung modifikasi terhadap rezim pajak aset Box 3, yang akan mewajibkan pajak tahunan atas keuntungan yang direalisasikan maupun belum, terlepas dari apakah aset tersebut telah dijual. Langkah ini muncul setelah keputusan pengadilan membatalkan sistem saat ini yang bergantung pada pengembalian yang diasumsikan daripada yang sebenarnya. Tweede Kamer, atau Dewan Perwakilan Rakyat, meninjau kembali usulan ini minggu ini, dengan Menteri Keuangan sementara Eugène Heijnen menjawab lebih dari 130 pertanyaan.
Meskipun mengakui kekurangan rencana tersebut, sebagian besar anggota parlemen cenderung mendukungnya, dengan perkiraan kerugian sebesar 2,3 miliar euro (@2,7 miliar euro) setiap tahun jika pelaksanaan ditunda. Di bawah perubahan yang diusulkan, investor dalam ekuitas, obligasi, dan mata uang kripto akan menghadapi pajak tahunan atas keuntungan kertas. Heijnen dilaporkan memberi tahu parlemen bahwa memajaki hanya pengembalian yang direalisasikan akan ideal, tetapi dianggap tidak memungkinkan oleh pemerintah hingga 2028. Dengan keuangan publik yang tertekan, penundaan lebih lanjut telah dikesampingkan. Beberapa partai politik, termasuk Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD), Partai Demokrat Kristen (CDA), JA21 (Right Answer 2021), dan Gerakan Petani–Warga (BBB), diperkirakan akan mendukung RUU tersebut. Partai-partai sayap kiri seperti Demokrat 66 (D66) dan Partai Hijau–PDI Perjuangan (GroenLinks–PvdA) juga mendukung perubahan ini, berargumen bahwa memajaki keuntungan belum realisasi lebih mudah dikelola dan mencegah defisit anggaran yang besar.
Sistem Box 3 yang direvisi akan lebih menguntungkan bagi investor properti, memungkinkan pengurangan biaya dan pajak hanya saat keuntungan direalisasikan, meskipun properti kedua akan dikenai pungutan tambahan untuk penggunaan pribadi. Usulan pajak ini memicu kritik keras dari investor dan tokoh dalam komunitas kripto, yang memperingatkan bahwa langkah ini dapat mempercepat pelarian modal. Analis kripto Belanda terkenal Michaël van de Poppe menyebut rencana ini sebagai "gila," menegaskan bahwa hal itu akan secara signifikan meningkatkan beban pajak tahunan dan mendorong penduduk meninggalkan negara tersebut. "Tidak heran orang-orang meninggalkan negara ini, dan jujur saja, itu sepenuhnya benar untuk melakukannya," komentarnya. Pengguna lain membandingkan pajak atas keuntungan belum realisasi dan kekayaan dengan peristiwa bersejarah seperti Boston Tea Party, Reign of Terror, atau momen Bolshevik.
(
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 1
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Miwhu_vip
· 3jam yang lalu
Selamat Tahun Baru! 🤑
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)