Seorang tokoh terkemuka dalam penelitian AI, Yang Lukan, dikabarkan akan meninggalkan Meta setelah bekerja selama 12 tahun dan memulai perusahaan baru. Keputusan ini didasarkan pada kekhawatiran mendalam terhadap arah yang sedang ditempuh industri AI saat ini. Lukan menganggap bahwa seluruh industri terlalu terikat pada model bahasa besar (LLM) yang dianggapnya “tidak rasional”, dan yakin bahwa evolusi sejati AI berada di jalur yang berbeda.
Batasan LLM dan Potensi Model Dunia
Tantangan terbesar yang diidentifikasi Lukan terletak pada batas mendasar dari LLM yang saat ini menjadi arus utama. Model-model ini memang memiliki kemampuan bahasa yang luar biasa, tetapi kekurangan kemampuan untuk memahami hukum fisik dan hubungan sebab-akibat di dunia nyata. Menurut Lukan, untuk mewujudkan kecerdasan buatan umum (AGI) yang sejati, diperlukan sistem yang dapat belajar langsung dari dunia nyata melalui video, informasi spasial, data sensor, dan lain-lain. Pendekatan ini disebut “model dunia”, yang bertujuan agar AI mampu memahami esensi dunia fisik melampaui sekadar pemrosesan bahasa.
Peralihan Menuju “Kecerdasan Spasial” yang Didukung oleh Peneliti dari Stanford
Menariknya, pandangan Lukan juga mendapatkan dukungan dari peneliti lain yang berpengaruh di industri. Faye Faye Lee, mantan profesor di Stanford dan dikenal sebagai “ahli AI”, berpendapat bahwa frontier berikutnya dalam AI adalah “kecerdasan spasial”. Menurut Lee, LLM saat ini adalah “fasih tetapi kurang pengalaman”, dan output teks semata tidak cukup untuk memahami dunia secara sejati. Kesepakatan antara kedua peneliti ini meningkatkan kemungkinan bahwa arah perkembangan teknologi AI akan berbelok secara signifikan.
Titik Perubahan Arah Teknologi Industri AI
Keputusan Lukan untuk meninggalkan Meta dan rencana pendirian perusahaannya sendiri menjadi simbol dari sebuah titik balik dalam industri AI. Fokus pada model dunia dan kecerdasan spasial menandai pergeseran yang jelas dari strategi pengembangan yang selama ini berpusat pada LLM selama beberapa tahun terakhir. Masa depan pengembangan AI kemungkinan besar akan beralih dari kemampuan menghasilkan teks menuju pemahaman dunia nyata, dan seluruh industri perlu menyesuaikan diri dengan paradigma baru ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Alasan Mengapa Yang Lucan Meninggalkan Meta: Peralihan dari LLM ke "Model Dunia"
Seorang tokoh terkemuka dalam penelitian AI, Yang Lukan, dikabarkan akan meninggalkan Meta setelah bekerja selama 12 tahun dan memulai perusahaan baru. Keputusan ini didasarkan pada kekhawatiran mendalam terhadap arah yang sedang ditempuh industri AI saat ini. Lukan menganggap bahwa seluruh industri terlalu terikat pada model bahasa besar (LLM) yang dianggapnya “tidak rasional”, dan yakin bahwa evolusi sejati AI berada di jalur yang berbeda.
Batasan LLM dan Potensi Model Dunia
Tantangan terbesar yang diidentifikasi Lukan terletak pada batas mendasar dari LLM yang saat ini menjadi arus utama. Model-model ini memang memiliki kemampuan bahasa yang luar biasa, tetapi kekurangan kemampuan untuk memahami hukum fisik dan hubungan sebab-akibat di dunia nyata. Menurut Lukan, untuk mewujudkan kecerdasan buatan umum (AGI) yang sejati, diperlukan sistem yang dapat belajar langsung dari dunia nyata melalui video, informasi spasial, data sensor, dan lain-lain. Pendekatan ini disebut “model dunia”, yang bertujuan agar AI mampu memahami esensi dunia fisik melampaui sekadar pemrosesan bahasa.
Peralihan Menuju “Kecerdasan Spasial” yang Didukung oleh Peneliti dari Stanford
Menariknya, pandangan Lukan juga mendapatkan dukungan dari peneliti lain yang berpengaruh di industri. Faye Faye Lee, mantan profesor di Stanford dan dikenal sebagai “ahli AI”, berpendapat bahwa frontier berikutnya dalam AI adalah “kecerdasan spasial”. Menurut Lee, LLM saat ini adalah “fasih tetapi kurang pengalaman”, dan output teks semata tidak cukup untuk memahami dunia secara sejati. Kesepakatan antara kedua peneliti ini meningkatkan kemungkinan bahwa arah perkembangan teknologi AI akan berbelok secara signifikan.
Titik Perubahan Arah Teknologi Industri AI
Keputusan Lukan untuk meninggalkan Meta dan rencana pendirian perusahaannya sendiri menjadi simbol dari sebuah titik balik dalam industri AI. Fokus pada model dunia dan kecerdasan spasial menandai pergeseran yang jelas dari strategi pengembangan yang selama ini berpusat pada LLM selama beberapa tahun terakhir. Masa depan pengembangan AI kemungkinan besar akan beralih dari kemampuan menghasilkan teks menuju pemahaman dunia nyata, dan seluruh industri perlu menyesuaikan diri dengan paradigma baru ini.