Belakangan ini pasar keuangan global menunjukkan fenomena kontras yang menarik.
Hasil obligasi pemerintah Jepang mulai meningkat, dan ketegangan tarif antara Eropa dan Amerika juga meningkat. Secara logika, ketidakpastian semacam ini seharusnya meningkatkan daya tarik aset safe haven. Tetapi kinerja Bitcoin justru membuat orang sedikit terkejut—ia tidak berperan sebagai alat lindung nilai tradisional, melainkan berperilaku seperti aset dengan volatilitas tinggi (beta tinggi).
Logika di balik ini sebenarnya cukup jelas: ketika preferensi risiko pasar global menurun, investor akan menjual aset berisiko untuk membatasi kerugian. Kenaikan suku bunga Jepang dipandang pasar sebagai pemicu potensi volatilitas global, sementara ketegangan perdagangan semakin mendinginkan suasana pasar. Dalam lingkungan seperti ini, meskipun secara teori Bitcoin memiliki atribut safe haven tertentu, ia tetap mengikuti tren penjualan aset berisiko secara umum. Ini menunjukkan bahwa di hadapan tekanan makro, penilaian risiko pasar terhadap aset kripto masih lebih kuat.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SybilSlayer
· 16jam yang lalu
Mitos perlindungan risiko di dunia kripto kembali runtuh, bt masih ikut melonjak turun bersama aset berisiko
Ya sudah, sepertinya harus mendefinisikan ulang apa itu "emas digital"
Inilah sebabnya mengapa saya tidak pernah berharap itu bisa menyelamatkan situasi... jujur saja
Ketika makroekonomi memberi tekanan, semuanya adalah aset berisiko, jangan menipu diri sendiri
Aduh, kembali terpotong, sudah tahu sejak awal bahwa bt tidak begitu tahan tekanan
Lihat AsliBalas0
InfraVibes
· 16jam yang lalu
Bitcoin sebagai aset lindung nilai? Haha, semua cuma cerita saja, saat makro ekonomi menekan, itu semua terbongkar
---
Pada saat kritis, tetap saja tidak bisa menghindar dari pelarian besar aset risiko
---
Singkatnya, ketika investor panik, mereka menjual segalanya, Bitcoin pun tidak bisa menyelamatkanmu
---
Krisis suku bunga Jepang kali ini benar-benar mengacaukan segalanya, bahkan dunia kripto tidak bisa menghindar
---
Teorinya bagus, kenyataannya keras, kripto selalu menjadi perwakilan penetapan harga risiko tinggi
---
Ketika preferensi risiko turun, semua aset lindung nilai hanyalah awan di langit, termasuk Bitcoin
---
Jadi, dunia kripto tetap memiliki nasib yang sama dengan aset risiko, tidak ada bedanya
---
Label aset beta tinggi begitu melekat, sulit untuk dilepaskan, sulit sekali
---
Saat makro ekonomi muncul, itu semua terbongkar, mimpi lindung nilai Bitcoin harus bangun
---
Rasanya, citra "alat lindung nilai" di dunia kripto ini akan hancur
Lihat AsliBalas0
YieldWhisperer
· 16jam yang lalu
1.
btc adalah bayi besar dengan beta tinggi, saat turun semuanya ikut turun... julukan aset safe haven sudah seharusnya dicabut
2.
Ngomong apa soal sifat safe haven, risiko datang tetap saja lari, ini adalah taruhan dengan volatilitas tinggi
3.
Suku bunga Jepang bergerak, pasar global langsung gemetar, dari mana datangnya aura safe haven di btc... penetapan harga pasar tidak semudah itu
4.
Lucu, saat ketegangan tarif meningkat dia masih mau menghindar? Sama sekali tidak bisa menghindari takdir high beta
5.
Secara teori adalah aset safe haven, kenyataannya mengikuti tren, penetapan risiko di pasar kripto adalah kenyataan sebenarnya
Lihat AsliBalas0
GasFeeSobber
· 16jam yang lalu
Bitcoin sekarang hanyalah taruhan berisiko tinggi, jangan bicara tentang aset lindung nilai
Begitu tarif meningkat, langsung jatuh, ini kenyataan
Setelah Jepang menaikkan suku bunga, seluruh pasar aset risiko melambung, btc sama sekali tidak bisa dihentikan
Katanya lindung nilai, tapi malah ikut lompat dari gedung bersama pasar, bikin ngakak
Di depan tekanan makro, kripto hanyalah sebuah chip, tidak bisa dipercaya
Belakangan ini pasar keuangan global menunjukkan fenomena kontras yang menarik.
Hasil obligasi pemerintah Jepang mulai meningkat, dan ketegangan tarif antara Eropa dan Amerika juga meningkat. Secara logika, ketidakpastian semacam ini seharusnya meningkatkan daya tarik aset safe haven. Tetapi kinerja Bitcoin justru membuat orang sedikit terkejut—ia tidak berperan sebagai alat lindung nilai tradisional, melainkan berperilaku seperti aset dengan volatilitas tinggi (beta tinggi).
Logika di balik ini sebenarnya cukup jelas: ketika preferensi risiko pasar global menurun, investor akan menjual aset berisiko untuk membatasi kerugian. Kenaikan suku bunga Jepang dipandang pasar sebagai pemicu potensi volatilitas global, sementara ketegangan perdagangan semakin mendinginkan suasana pasar. Dalam lingkungan seperti ini, meskipun secara teori Bitcoin memiliki atribut safe haven tertentu, ia tetap mengikuti tren penjualan aset berisiko secara umum. Ini menunjukkan bahwa di hadapan tekanan makro, penilaian risiko pasar terhadap aset kripto masih lebih kuat.