Berdasarkan data on-chain terbaru dari Glassnode, struktur pasar XRP mulai menunjukkan pola yang sangat mirip dengan tahap awal tahun 2022 — saat harga sebelum memasuki periode penurunan yang berkepanjangan selama beberapa bulan. Hal ini menempatkan para investor yang membeli baru-baru ini dalam posisi yang sulit, karena tekanan untuk mengambil keuntungan dan memotong kerugian meningkat secara bersamaan.\nStruktur Biaya Sedang Menimbulkan Ketegangan\nGlassnode menyatakan bahwa kelompok investor yang aktif dalam waktu sekitar 1 minggu hingga 1 bulan terakhir sedang mengakumulasi XRP pada harga yang lebih rendah dari biaya pokok kelompok pembeli dalam periode 6 hingga 12 bulan sebelumnya.\n\nJarak ini sangat penting karena:\nPembeli jangka pendek sedang meraih keuntunganPembeli jangka menengah justru mengalami kerugianKetika harga tidak mampu menembus ke atas, kelompok yang sedang mengalami kerugian cenderung menjual untuk “keluar dari posisi” saat ada peluang untuk impas\nIni adalah mekanisme yang menciptakan tekanan jual yang terus-menerus di pasar.\nSejarah Berulang?\nSebuah pola serupa pernah muncul pada Februari 2022, ketika XRP diperdagangkan di sekitar angka 0,78 USD. Setelah itu, pasar memasuki siklus penurunan yang berkepanjangan, menurunkan harga ke kisaran 0,30 USD di pertengahan tahun.\nMeskipun sejarah tidak selalu berulang persis sama, fakta bahwa struktur biaya investor sedang berulang membuat banyak ahli menjadi berhati-hati.\nTitik 2 USD – Hambatan Psikologis yang Sangat Signifikan\nSaat ini, XRP masih menghadapi kesulitan di sekitar level 2 USD — sebuah level yang memiliki makna psikologis yang sangat kuat.\nData Glassnode menunjukkan:\nSejak pertengahan tahun 2025, setiap kali XRP menguji ulang level 2 USD, selalu disertai dengan:500 juta hingga 1,2 miliar USD kerugian yang tercatat setiap mingguHal ini menunjukkan banyak investor memilih untuk menjual di level ini daripada terus memegang\nDengan kata lain, bukannya sebagai area akumulasi, level 2 USD justru menjadi “pintu keluar” bagi mereka yang terjebak.\nPertarungan Antara Penawaran dan Permintaan\nSaat ini, pasar XRP terjebak dalam kondisi tarik-menarik:\nPembeli jangka pendek terus mengakumulasi di level harga yang lebih rendahPembeli jangka panjang menunggu peluang untuk keluar saat harga rebound\nKetika harga berada di bawah 2 USD terlalu lama, tekanan dari pasokan yang tertahan di atas akan semakin besar. Semakin banyak orang membeli di puncak lama, pasar harus menghabiskan jumlah pasokan ini sebelum bisa memasuki siklus kenaikan yang berkelanjutan.\nKesimpulan\nModel saat ini tidak secara pasti menjamin bahwa XRP akan mengulangi penurunan tajam seperti tahun 2022. Namun, perbedaan biaya pokok antar kelompok investor sedang menciptakan struktur pasar yang rentan.\nJika XRP tidak segera menembus level 2 USD secara meyakinkan, tekanan jual dari para pembeli di level tinggi akan terus membebani tren harga dalam jangka menengah.\nPasar saat ini tidak kekurangan orang yang ingin membeli — tetapi juga tidak kekurangan orang yang menunggu untuk menjual. Dan hal inilah yang membuat XRP tetap dalam kondisi “terjebak” yang penuh ketegangan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Model XRP Mengulangi Februari 2022: Tekanan Sedang Membebani Pembeli Baru-baru ini
Berdasarkan data on-chain terbaru dari Glassnode, struktur pasar XRP mulai menunjukkan pola yang sangat mirip dengan tahap awal tahun 2022 — saat harga sebelum memasuki periode penurunan yang berkepanjangan selama beberapa bulan. Hal ini menempatkan para investor yang membeli baru-baru ini dalam posisi yang sulit, karena tekanan untuk mengambil keuntungan dan memotong kerugian meningkat secara bersamaan.\nStruktur Biaya Sedang Menimbulkan Ketegangan\nGlassnode menyatakan bahwa kelompok investor yang aktif dalam waktu sekitar 1 minggu hingga 1 bulan terakhir sedang mengakumulasi XRP pada harga yang lebih rendah dari biaya pokok kelompok pembeli dalam periode 6 hingga 12 bulan sebelumnya.\n\nJarak ini sangat penting karena:\nPembeli jangka pendek sedang meraih keuntunganPembeli jangka menengah justru mengalami kerugianKetika harga tidak mampu menembus ke atas, kelompok yang sedang mengalami kerugian cenderung menjual untuk “keluar dari posisi” saat ada peluang untuk impas\nIni adalah mekanisme yang menciptakan tekanan jual yang terus-menerus di pasar.\nSejarah Berulang?\nSebuah pola serupa pernah muncul pada Februari 2022, ketika XRP diperdagangkan di sekitar angka 0,78 USD. Setelah itu, pasar memasuki siklus penurunan yang berkepanjangan, menurunkan harga ke kisaran 0,30 USD di pertengahan tahun.\nMeskipun sejarah tidak selalu berulang persis sama, fakta bahwa struktur biaya investor sedang berulang membuat banyak ahli menjadi berhati-hati.\nTitik 2 USD – Hambatan Psikologis yang Sangat Signifikan\nSaat ini, XRP masih menghadapi kesulitan di sekitar level 2 USD — sebuah level yang memiliki makna psikologis yang sangat kuat.\nData Glassnode menunjukkan:\nSejak pertengahan tahun 2025, setiap kali XRP menguji ulang level 2 USD, selalu disertai dengan:500 juta hingga 1,2 miliar USD kerugian yang tercatat setiap mingguHal ini menunjukkan banyak investor memilih untuk menjual di level ini daripada terus memegang\nDengan kata lain, bukannya sebagai area akumulasi, level 2 USD justru menjadi “pintu keluar” bagi mereka yang terjebak.\nPertarungan Antara Penawaran dan Permintaan\nSaat ini, pasar XRP terjebak dalam kondisi tarik-menarik:\nPembeli jangka pendek terus mengakumulasi di level harga yang lebih rendahPembeli jangka panjang menunggu peluang untuk keluar saat harga rebound\nKetika harga berada di bawah 2 USD terlalu lama, tekanan dari pasokan yang tertahan di atas akan semakin besar. Semakin banyak orang membeli di puncak lama, pasar harus menghabiskan jumlah pasokan ini sebelum bisa memasuki siklus kenaikan yang berkelanjutan.\nKesimpulan\nModel saat ini tidak secara pasti menjamin bahwa XRP akan mengulangi penurunan tajam seperti tahun 2022. Namun, perbedaan biaya pokok antar kelompok investor sedang menciptakan struktur pasar yang rentan.\nJika XRP tidak segera menembus level 2 USD secara meyakinkan, tekanan jual dari para pembeli di level tinggi akan terus membebani tren harga dalam jangka menengah.\nPasar saat ini tidak kekurangan orang yang ingin membeli — tetapi juga tidak kekurangan orang yang menunggu untuk menjual. Dan hal inilah yang membuat XRP tetap dalam kondisi “terjebak” yang penuh ketegangan.