Fed mengirim sinyal yang lebih lembut daripada yang diperkirakan pasar - analis melihat nada dovish yang dominan

Ekspektacje Wall Street, yang mengasumsikan sikap hawkish tegas dari Fed, terpecah oleh kenyataan dari kebijakan yang jauh lebih moderat. Pada pertemuan terbaru Komite Pasar Terbuka Federal, suku bunga dipotong sebesar 25 basis poin, tetapi pernyataan dan data yang menyertainya menggambarkan gambaran bank sentral yang berhati-hati menyeimbangkan antara mendukung pertumbuhan dan mengendalikan inflasi.

Perbedaan antara kenyataan dan ekspektasi

Pasar sudah terbiasa membaca di antara baris keputusan Fed, namun kali ini baris-barisnya jauh lebih lembut. Tidak adanya grafik titik yang meningkat, minimal dua suara keberatan (daripada lebih) yang diharapkan, serta tidak adanya retorika keras dari Powell menunjukkan institusi yang mendekati langkah-langkah selanjutnya dengan lebih berhati-hati.

Fakta yang sangat penting adalah bahwa Fed secara resmi melanjutkan program pembelian surat utang pemerintah sebesar 40 miliar dolar, dengan operasi yang dimulai dalam waktu 48 jam. Untuk pertama kalinya sejak 2020, isu stabilitas likuiditas secara langsung masuk ke dalam pernyataan kebijakan resmi — sebuah sinyal yang dikirimkan oleh institusi yang khawatir akan potensi gangguan di pasar keuangan.

Apa yang dikatakan data dan proyeksi

Anna Wong, kepala ekonom Bloomberg, menafsirkan situasi ini sebagai sangat dovish meskipun ada beberapa elemen hawkish dalam detailnya. Komite mencatat peningkatan optimisme tentang pertumbuhan ekonomi, sekaligus melunakkan prospek inflasi. Wong memproyeksikan pemotongan sebesar 100 poin basis dalam satu tahun ke depan — jauh lebih besar dari 25 poin yang disarankan oleh grafik titik itu sendiri.

David Mericle dari Goldman Sachs mengamati nuansa hawkish halus dalam keputusan tersebut — misalnya, enam anggota komite menyatakan keberatan terhadap mempertahankan tingkat suku bunga saat ini. Namun, dia menunjukkan bahwa fakta bahwa program pembelian aset dilanjutkan secara langsung dalam pernyataan merupakan praktik yang tidak biasa, yang menunjukkan prioritas stabilitas sistem.

Mike Cahill menyoroti proyeksi pasar tenaga kerja — mempertahankan ekspektasi pengangguran di kuartal IV pada 4,5% sementara tingkat saat ini 4,44% menunjukkan perubahan dalam kecepatan perkembangan situasi di pasar tenaga kerja.

Keraguan para ahli terkait strategi yang lebih luas

Ira Jersey dari Bloomberg mempertanyakan strategi jangka panjang pengelolaan cadangan. Menurutnya, Fed harus mempertimbangkan operasi pasar terbuka sementara sebagai pengganti program tetap — pendekatan yang lebih fleksibel terhadap swap mata uang dan instrumen lainnya bisa lebih baik menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang berubah-ubah.

Matthew Luzzetti dari Deutsche Bank mengharapkan penjelasan apakah para pengambil keputusan telah mempertimbangkan data ketenagakerjaan yang tertunda, yang akan muncul minggu depan.

Raphael Thuin dari Tikehau Capital menyoroti masalah fundamental — transparansi data yang terbatas memaksa Fed untuk mencari keseimbangan antara sinyal kelemahan pasar tenaga kerja dan kebutuhan untuk melawan inflasi. Akibatnya, ketidakpastian kebijakan meningkat, yang dapat mendorong volatilitas pasar sepanjang tahun 2026.

Pergantian pemimpin sebagai sumber kompleksitas tambahan

Prospek ketua Fed yang baru digambarkan sebagai faktor risiko utama. Jim Bianco dari Bianco Research menekankan bahwa pemimpin baru bisa dipandang sebagai orang yang menjalankan agenda politik — setiap peningkatan posisi yang lebih beragam di FOMC kemudian dapat diartikan sebagai langkah politik.

Seema Shah dari Principal Asset Management mencatat bahwa mengingat kekurangan data ekonomi terbaru dan ketidaksesuaian dalam perkiraan tingkat netral suku bunga, sulit membayangkan skenario di mana Fed memiliki kepercayaan cukup untuk membuat keputusan secara bulat. Proyeksinya menunjukkan proses penilaian yang berhati-hati dan perlahan, di mana Fed akan mengamati efek tertunda dari pengetatan sebelumnya.

Richard Flynn dari Charles Schwab UK menggambarkan langkah-langkah sebelumnya dari Fed sebagai sinyal berhati-hati terhadap meningkatnya risiko dalam konteks perlambatan global. Bagi investor, ini lebih merupakan koreksi lembut daripada perubahan drastis — meskipun pemotongan suku bunga dapat mendukung aset berisiko, volatilitas mungkin tetap tinggi, terutama saat pasar memproses implikasi kebijakan masa depan dan prospek ekonomi yang lebih luas.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)