Sumber: CritpoTendencia
Judul Asli: El franco suizo brilla como refugio ante los nuevos aranceles de Trump
Tautan Asli:
Franc Swiss bersinar sebagai tempat perlindungan di tengah ketidakstabilan
Berbeda dengan mata uang lain seperti dolar AS atau yen Jepang, franc Swiss tampil sangat baik dalam situasi yang menghindari risiko. Penguatan terakhirnya terhadap mata uang utama kelompok sepuluh negara mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas politik dan fiskal Swiss.
Sejalan dengan itu, analis pasar menunjukkan bahwa franc tetap terkait erat dengan emas dan didukung oleh dasar struktural yang sulit ditiru.
Dalam wawancara terbaru, kepala strategi valuta asing Goldman Sachs Kamakshya Trivedi menyatakan bahwa tingkat utang yang rendah, kebijakan moneter yang dapat diprediksi, dan netralitas politik negara memperkuat posisinya sebagai aset safe haven dibandingkan aset tradisional lainnya.
Performa relatif terhadap dolar, euro, dan yen dalam beberapa bulan terakhir mencerminkan kombinasi berbagai faktor, termasuk kebijakan fiskal yang berhati-hati, keseimbangan akun berjalan yang berkelanjutan, dan target inflasi yang mendekati nol.
Dalam lingkungan yang sangat tidak pasti, franc secara historis menawarkan perlindungan yang lebih konsisten daripada yen Jepang, bahkan dengan tingkat pengembalian harian yang lebih baik.
Risiko Potensial dalam Aset Safe Haven
Meskipun demikian, bertaruh pada franc Swiss selama krisis tidak tanpa risiko, terutama mengingat kemungkinan intervensi dari Swiss National Bank (SNB).
Dalam hal ini, otoritas moneter memiliki catatan panjang dalam mengambil langkah-langkah untuk membatasi apresiasi mata uang demi melindungi daya saing sektor ekspor, yang dapat menyebabkan fluktuasi tak terduga selama periode tertentu.
Namun demikian, konsensus di antara para analis menunjukkan bahwa dalam skenario risiko tinggi, franc akan terus mempertahankan keunggulannya sebagai aset safe haven.
Pandangan ini didukung oleh kinerja pasar, karena sejak Mei 2020, mata uang ini menguat lebih dari 80% terhadap yen Jepang, menunjukkan preferensi investor global terhadap stabilitas keuangan Swiss.
Franc Swiss dalam Lingkungan Ketidakpastian Global
Melihat ke depan beberapa bulan, ketidakpastian kebijakan ekonomi AS, pertumbuhan utang publik Jepang yang terus berlanjut, dan ketahanan struktural ekonomi Swiss memperkuat daya tarik franc sebagai aset safe haven.
Bahkan dengan kemungkinan intervensi dari SNB untuk membatasi apresiasi berlebihan, konsensus pasar tetap menunjukkan bahwa mata uang ini akan tetap memainkan peran utama dalam situasi ketegangan keuangan.
Menghadapi lingkungan internasional yang masih rapuh, ketidakpastian geopolitik, dan fluktuasi pasar yang tiba-tiba, permintaan terhadap aset defensif terus meningkat. Dalam konteks ini, franc Swiss mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai dan pengurangan risiko eksposur.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Franc Swiss: Pelabuhan Perlindungan di Tengah Ketegangan Perdagangan Global
Sumber: CritpoTendencia Judul Asli: El franco suizo brilla como refugio ante los nuevos aranceles de Trump Tautan Asli:
Franc Swiss bersinar sebagai tempat perlindungan di tengah ketidakstabilan
Berbeda dengan mata uang lain seperti dolar AS atau yen Jepang, franc Swiss tampil sangat baik dalam situasi yang menghindari risiko. Penguatan terakhirnya terhadap mata uang utama kelompok sepuluh negara mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas politik dan fiskal Swiss.
Sejalan dengan itu, analis pasar menunjukkan bahwa franc tetap terkait erat dengan emas dan didukung oleh dasar struktural yang sulit ditiru.
Dalam wawancara terbaru, kepala strategi valuta asing Goldman Sachs Kamakshya Trivedi menyatakan bahwa tingkat utang yang rendah, kebijakan moneter yang dapat diprediksi, dan netralitas politik negara memperkuat posisinya sebagai aset safe haven dibandingkan aset tradisional lainnya.
Performa relatif terhadap dolar, euro, dan yen dalam beberapa bulan terakhir mencerminkan kombinasi berbagai faktor, termasuk kebijakan fiskal yang berhati-hati, keseimbangan akun berjalan yang berkelanjutan, dan target inflasi yang mendekati nol.
Dalam lingkungan yang sangat tidak pasti, franc secara historis menawarkan perlindungan yang lebih konsisten daripada yen Jepang, bahkan dengan tingkat pengembalian harian yang lebih baik.
Risiko Potensial dalam Aset Safe Haven
Meskipun demikian, bertaruh pada franc Swiss selama krisis tidak tanpa risiko, terutama mengingat kemungkinan intervensi dari Swiss National Bank (SNB).
Dalam hal ini, otoritas moneter memiliki catatan panjang dalam mengambil langkah-langkah untuk membatasi apresiasi mata uang demi melindungi daya saing sektor ekspor, yang dapat menyebabkan fluktuasi tak terduga selama periode tertentu.
Namun demikian, konsensus di antara para analis menunjukkan bahwa dalam skenario risiko tinggi, franc akan terus mempertahankan keunggulannya sebagai aset safe haven.
Pandangan ini didukung oleh kinerja pasar, karena sejak Mei 2020, mata uang ini menguat lebih dari 80% terhadap yen Jepang, menunjukkan preferensi investor global terhadap stabilitas keuangan Swiss.
Franc Swiss dalam Lingkungan Ketidakpastian Global
Melihat ke depan beberapa bulan, ketidakpastian kebijakan ekonomi AS, pertumbuhan utang publik Jepang yang terus berlanjut, dan ketahanan struktural ekonomi Swiss memperkuat daya tarik franc sebagai aset safe haven.
Bahkan dengan kemungkinan intervensi dari SNB untuk membatasi apresiasi berlebihan, konsensus pasar tetap menunjukkan bahwa mata uang ini akan tetap memainkan peran utama dalam situasi ketegangan keuangan.
Menghadapi lingkungan internasional yang masih rapuh, ketidakpastian geopolitik, dan fluktuasi pasar yang tiba-tiba, permintaan terhadap aset defensif terus meningkat. Dalam konteks ini, franc Swiss mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai dan pengurangan risiko eksposur.