Di dunia keuangan internasional ada sebuah ungkapan menarik: "Nilai MPI puluhan juta, akun JPM bernilai miliaran." Ini bukan sekadar permainan angka, melainkan mencerminkan posisi absolut JPMorgan di sistem keuangan global. Bagi lembaga yang ingin berbisnis di bidang pembayaran lintas negara, aset virtual, stablecoin, dan lain-lain, JPMorgan seperti tiket tunggal menuju dunia dolar AS, sekaligus batu uji untuk menguji batas kepatuhan.
Kisah raksasa bursa kripto Coinbase paling mampu menjelaskan hal ini. Pendiri mereka secara terbuka menyatakan bahwa keberhasilan perusahaan hingga hari ini bukan karena terobosan teknologi, ledakan jumlah pengguna, atau regulasi yang ramah, melainkan karena mereka menemukan mitra bank yang kuat—JPMorgan. Sejak 2020, JPMorgan menjadi "orang penting" Coinbase dalam sistem keuangan tradisional. Nilai dari kemitraan ini luar biasa: satu sisi membuka jalur dolar, di sisi lain memberi Coinbase label "legalitas" di depan Wall Street. Perlu diketahui, seluruh industri kripto selama ini sering dipandang dingin oleh bank-bank tradisional, dan kemitraan seperti ini sangat langka.
Pertanyaannya adalah: bank yang sama ini, memiliki sikap yang sangat berbeda terhadap Bitcoin. CEO JPMorgan, Jamie Dimon, adalah lawan lama dari dunia kripto. Ia menyebut Bitcoin sebagai "penipuan," dan mengklaim bahwa mayoritas digunakan untuk transaksi gelap. Ia bahkan secara terbuka menyatakan, "Sepanjang hidup saya, saya tidak akan pernah menyentuh Bitcoin." Bahkan, perusahaan besar seperti BlackRock mulai mengadopsi ETF Bitcoin, namun Dimon tetap bersikukuh. Sifat desentralisasi Bitcoin jelas bertentangan dengan nilai-nilai para penjaga keuangan tradisional seperti dia. Ketegangan ini mencerminkan hubungan kompleks antara keuangan tradisional dan dunia kripto.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
RebaseVictim
· 2jam yang lalu
Sungguh luar biasa, gelombang JPM ini adalah bisnis makan dua sisi... orang Coinbase bisa bertahan sampai hari ini benar-benar berterima kasih kepada JPM yang memberi makan, tapi seketika Damoen malah mencela btc sebagai penipuan... bukankah ini adalah contoh klasik dari "uangku, aku ambil, koinmu aku pandang rendah"?, haha
Lihat AsliBalas0
NightAirdropper
· 16jam yang lalu
Dimon, saudara yang satu ini benar-benar luar biasa, membantu Coinbase membuka jalur dolar sambil mengatakan bahwa Bitcoin adalah penipuan, double standard ini luar biasa...
Lihat AsliBalas0
SmartContractRebel
· 16jam yang lalu
Dimon keras kepala, benar-benar menganggap Coinbase membakar kertas... Kalau bisa pakai kartu JPM itu, harus pakai, inilah sombongnya keuangan tradisional
Lihat AsliBalas0
GasWaster
· 16jam yang lalu
Dimon mengatakan tidak akan menyentuh Bitcoin, tetapi di dalam JPMorgan dia berurusan dengan Coinbase, benar-benar tipikal orang dua muka di Wall Street
Lihat AsliBalas0
degenonymous
· 16jam yang lalu
Dimon benar-benar luar biasa, satu tangan mendukung Coinbase satu tangan mencaci BTC, logika ini saya tidak bisa mengerti.
Lihat AsliBalas0
NftMetaversePainter
· 16jam yang lalu
sebenarnya, keindahan algoritmik dari struktur monopoli JPM ini justru yang mengungkapkan kontradiksi mendasar dalam primitif blockchain keuangan tradisional... disonansi kognitif dimond antara infrastruktur stablecoin dan penolakan bitcoin pada dasarnya adalah tabrakan hash yang telah kita tunggu-tunggu
Di dunia keuangan internasional ada sebuah ungkapan menarik: "Nilai MPI puluhan juta, akun JPM bernilai miliaran." Ini bukan sekadar permainan angka, melainkan mencerminkan posisi absolut JPMorgan di sistem keuangan global. Bagi lembaga yang ingin berbisnis di bidang pembayaran lintas negara, aset virtual, stablecoin, dan lain-lain, JPMorgan seperti tiket tunggal menuju dunia dolar AS, sekaligus batu uji untuk menguji batas kepatuhan.
Kisah raksasa bursa kripto Coinbase paling mampu menjelaskan hal ini. Pendiri mereka secara terbuka menyatakan bahwa keberhasilan perusahaan hingga hari ini bukan karena terobosan teknologi, ledakan jumlah pengguna, atau regulasi yang ramah, melainkan karena mereka menemukan mitra bank yang kuat—JPMorgan. Sejak 2020, JPMorgan menjadi "orang penting" Coinbase dalam sistem keuangan tradisional. Nilai dari kemitraan ini luar biasa: satu sisi membuka jalur dolar, di sisi lain memberi Coinbase label "legalitas" di depan Wall Street. Perlu diketahui, seluruh industri kripto selama ini sering dipandang dingin oleh bank-bank tradisional, dan kemitraan seperti ini sangat langka.
Pertanyaannya adalah: bank yang sama ini, memiliki sikap yang sangat berbeda terhadap Bitcoin. CEO JPMorgan, Jamie Dimon, adalah lawan lama dari dunia kripto. Ia menyebut Bitcoin sebagai "penipuan," dan mengklaim bahwa mayoritas digunakan untuk transaksi gelap. Ia bahkan secara terbuka menyatakan, "Sepanjang hidup saya, saya tidak akan pernah menyentuh Bitcoin." Bahkan, perusahaan besar seperti BlackRock mulai mengadopsi ETF Bitcoin, namun Dimon tetap bersikukuh. Sifat desentralisasi Bitcoin jelas bertentangan dengan nilai-nilai para penjaga keuangan tradisional seperti dia. Ketegangan ini mencerminkan hubungan kompleks antara keuangan tradisional dan dunia kripto.