Pasar obligasi Jepang akhir-akhir ini cukup ramai. Pada hari Selasa, hasil obligasi pemerintah 40 tahun langsung melonjak sebesar 5,5 basis poin, menembus angka 4%. Angka ini mungkin terdengar tidak terlalu istimewa, tetapi apa artinya? Ini adalah level tertinggi sejak 2007, dan yang pertama kali dicapai dalam lebih dari tiga dekade di Jepang.
Melihat ke belakang, pada Desember 1995, hasil obligasi pemerintah Jepang 20 tahun terakhir kali menyentuh angka 4%. Setelah hampir 30 tahun, hasil obligasi kembali menembus batas psikologis ini, dan masalah yang mendasarinya tidak kecil.
Penjualan obligasi di pasar sebenarnya memiliki alasan. Investor saat ini paling khawatir tentang rencana pemerintah Jepang untuk mengurangi Pajak Penjualan Makanan. Bayangkan saja, jika pemerintah mengurangi pajak, pendapatan fiskal akan mengalami kekurangan. Dari mana uang itu akan berasal? Tekanan utang akan meningkat. Koalisi Reformasi Tengah (yang terdiri dari partai oposisi terbesar Jepang dan anggota koalisi pemerintahan sebelumnya) bahkan mengusulkan untuk langsung menurunkan Pajak Penjualan Makanan menjadi nol, sekaligus menggunakan dana pemerintah baru untuk menutup kekurangan tersebut. Ide ini meskipun disukai secara politik, namun memicu kekhawatiran di pasar—mengingat utang Jepang sudah cukup tinggi.
Jadi, kenaikan hasil obligasi ini pada dasarnya mencerminkan penjualan besar-besaran di pasar obligasi secara lebih luas, di mana investor sedang menilai ulang risiko fiskal Jepang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LiquidityNinja
· 11jam yang lalu
Jepang kembali bermain api, pajak makanan turun menjadi nol? Bukankah ini seperti membakar diri sendiri?
Lihat AsliBalas0
GasFeeTherapist
· 14jam yang lalu
Jepang kembali bermain api, menurunkan pajak terdengar menyenangkan tetapi lubang utang ini tidak akan pernah tertutup
Lihat AsliBalas0
NFTregretter
· 14jam yang lalu
Jepang kembali bermain api, mengurangi pajak makanan? Lucu banget, utang sudah sebesar ini masih berani melakukan hal seperti ini
Lihat AsliBalas0
CantAffordPancake
· 14jam yang lalu
Obligasi Jepang langsung meledak, angka ini tidak pernah terlihat dalam 30 tahun, apa artinya? Pemerintah berusaha keras untuk mengurangi pajak, lubang utang akan terus menumpuk ke depan.
Lihat AsliBalas0
SellLowExpert
· 14jam yang lalu
Jepang sudah terlalu lama bermain, utang sebesar ini masih mengurangi pajak? Hanya pertunjukan politik semata, pasar sedang mengajarkan mereka pelajaran.
Lihat AsliBalas0
MysteryBoxOpener
· 14jam yang lalu
Utang Jepang ini benar-benar hampir tidak mampu lagi, trik pemotongan pajak untuk menyelamatkan ekonomi sudah bosan dimainkan
Lihat AsliBalas0
GasFeeCrybaby
· 14jam yang lalu
Jepang kembali berbuat onar, pengurangan pajak dan pengisian lubang selalu menjadi trik favorit politik
Pasar obligasi Jepang akhir-akhir ini cukup ramai. Pada hari Selasa, hasil obligasi pemerintah 40 tahun langsung melonjak sebesar 5,5 basis poin, menembus angka 4%. Angka ini mungkin terdengar tidak terlalu istimewa, tetapi apa artinya? Ini adalah level tertinggi sejak 2007, dan yang pertama kali dicapai dalam lebih dari tiga dekade di Jepang.
Melihat ke belakang, pada Desember 1995, hasil obligasi pemerintah Jepang 20 tahun terakhir kali menyentuh angka 4%. Setelah hampir 30 tahun, hasil obligasi kembali menembus batas psikologis ini, dan masalah yang mendasarinya tidak kecil.
Penjualan obligasi di pasar sebenarnya memiliki alasan. Investor saat ini paling khawatir tentang rencana pemerintah Jepang untuk mengurangi Pajak Penjualan Makanan. Bayangkan saja, jika pemerintah mengurangi pajak, pendapatan fiskal akan mengalami kekurangan. Dari mana uang itu akan berasal? Tekanan utang akan meningkat. Koalisi Reformasi Tengah (yang terdiri dari partai oposisi terbesar Jepang dan anggota koalisi pemerintahan sebelumnya) bahkan mengusulkan untuk langsung menurunkan Pajak Penjualan Makanan menjadi nol, sekaligus menggunakan dana pemerintah baru untuk menutup kekurangan tersebut. Ide ini meskipun disukai secara politik, namun memicu kekhawatiran di pasar—mengingat utang Jepang sudah cukup tinggi.
Jadi, kenaikan hasil obligasi ini pada dasarnya mencerminkan penjualan besar-besaran di pasar obligasi secara lebih luas, di mana investor sedang menilai ulang risiko fiskal Jepang.